Foto: Radio Taiwan Internasional
Indosuara — Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA) menggelar aksi demonstrasi untuk menghapus sistem agensi dalam perekrutan pekerja migran asing ke Taiwan. Aksi tersebut digelar di depan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada hari Senin.
Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, sistem agensi lebih banyak merugikan hak pekerja migran. Salah satunya seperti pengalaman PMA Filipina bernama May, yang telah dengan susah payah menemukan majikan yang bersedia mempekerjakannya melalui sistem Direct Hiring (Perekrutan Langsung). Soalnya pihak agensi tidak hanya menahan dokumen izin perpindahan majikan, juga melaporkannya sebagai PMA kehilangan kontak yang membuatnya kehilangan hak bekerja di Taiwan.
“Saya tidak lagi percaya pada agensi saya. Perantara dan perusahaan agensinya membuat saya menderita dengan melaporkan saya sebagai PMA kaburan. Ini adalah suatu bentuk balas dendam hanya karena tidak lagi mampu mendapatkan biaya keagenan dari saya.”
Kasus lainnya adalah seorang majikan PMA yang sangat membutuhkan perawat untuk membantu menjaga anggota keluarganya, maka dia pun meneken kontrak dengan agensi pekerja migran, yang tidak hanya mengharuskannya membayar biaya peragenan setiap perpanjangan kontrak, juga memaksanya memberi kompensasi lebih dari NT$50.000 kepada pihak agensi kalau ingin mempekerjakan pekerja migran secara langsung melalui sistem Direct Hiring.
Menurut TIWA, masih ada banyak kasus lain yang menunjukkan betapa kurang terjaminnya hak PMA dan majikan, maka pemerintah diimbau secepatnya menghapuskan sistem peragenan pekerja migran.





