Foto: UDN
Keluarga gadis berusia 3 tahun bermarga Yu yang menjadi korban penabrakan beberapa waktu lalu di Tainan menggelar upacara penghormatan untuk balita tersebut. Dikutip dari UDN, peringatan yang digelar kemarin adalah tepat 26 hari setelah kejadian itu.
Ayah korban menggelar upacara yang hangat untuk Yu dan mengundang kerabat, teman, dan orang-orang yang peduli dari semua lapisan masyarakat untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ibu Yu yang juga jadi korban, dan kini telah pulih setelah operasi, masih duduk di kursi roda untuk melihat putrinya. Hadir juga Walikota Tainan Huang Weizhe yang menyampaikan belasungkawa, menyatakan bahwa dia akan mempercepat peningkatan waktu khusus pejalan kaki, dan berharap kecelakaan ini menjadi yang terakhir.
Huang Weizhe mengatakan bahwa kejadian naas di Tainan ini membuat pemerintah kota dan seluruh warga merasa sedih. Desain persimpangan tempat kejadian tersebut terjadi sama dengan banyak persimpangan, namun harus ada ruang untuk perbaikan. Ada 31 persimpangan di Kota Tainan sebelum kejadian. Slot waktu khusus pejalan kaki akan ditingkatkan menjadi 100 detik sebelum akhir tahun.
“Saya juga berharap seperti yang dikatakan ayah anak itu , semoga ini kejadian terakhir,” kata Walikota.
Ayah Yu mengatakan bahwa putrinya lahir selama periode COVID-19. Selama periode COVID-19, ayah Yu menyebut dirinya bersyukur karena masih bisa bertahan secara ekonomi dan bahkan memiliki seorang putri. Namun situasi kini berubah dan kejadian ini membuatnya amat terpukul.





