Foto: Focus Taiwan
Indosuara — Empat pekerja migran Filipina dirawat di rumah sakit, dua di antaranya dalam kondisi kritis, setelah kebakaran terjadi di gedung asrama perusahaan tekstil di Kabupaten Changhua pada Kamis pagi, menurut polisi setempat.
Dikutip dari Focus Taiwan, keempat pria yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Kristen Changhua (CCH), dan 29 pekerja migran Filipina lainnya dievakuasi dari gedung tersebut, kata polisi, dan mencatat bahwa kobaran api dapat dikendalikan dalam waktu setengah jam setelah dimulai sekitar pukul 12 pagi.
Bangunan tersebut menampung total 59 pekerja migran laki-laki dari Filipina, 33 di antaranya sedang beristirahat pada saat kebakaran terjadi, kata petugas pemadam kebakaran.
Dari empat orang yang dirawat di rumah sakit, seorang warga negara Filipina berusia 43 tahun menderita 90 persen luka bakar di seluruh tubuhnya, sementara seorang pria berusia 32 tahun menderita 60 persen luka bakar, kata Lee Tsung-han (李宗翰), wakil direktur departemen darurat CCH. wartawan.
Keduanya masih dalam kondisi kritis meski menunjukkan tanda-tanda vital stabil, kata Lee.
Menurut seorang saksi mata, kebakaran tersebut kemungkinan disebabkan oleh adu fisik antara dua pekerja asal Filipina di sebuah ruangan di lantai dua, kata polisi.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun beberapa media lokal memberitakan bahwa seorang pekerja menyerang pekerja lainnya dengan pisau dan obor gas yang diduga menyulut api.
Polisi mengatakan obor gas ditemukan di lokasi kejadian tetapi tidak ada pisau.





