**Indosuara** - Kantor Dagang Ekonomi Indonesia Taiwan sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan mengingatkan agar orang Indonesia di Taiwan, terutama para pekerja agar selalu waspada terhadap ancaman penipuan. Salah satu penipuan tersebut soalnya tak jarang membawa nama KDEI.
Melalui edaran yang disebarkan melalui media sosial Facebook, KDEI menyampaikan biasanya penipuan itu menyatut nama KDEI dan menawarkan sejumlah tarif untuk layanan. Ini sering terjadi di aplikasi LINE dan media sosial lainnya.
“Awas modus penipuan online. Informasi resmi hanya di website KDEI dan nomor hotline yang ada di website KDEI,” demikian pernyataan KDEI.
Menanggapi ini, Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas GANAS ikut buka suara. Menurut GANAS, perlu ditekankan bagi teman teman pekerja Indonesia di Taiwan agar berhati hati dalam mencari kerja. Soalnya ada beberapa laporan yang masuk ke GANAS COMMUNITY dengan menggunakan embel-embel KDEI. Modusnya bisa bermacam-macam.
“Sindikat ini menawarkan job melalui akun FB dengan posting di beranda mereka atau melalui komen komen di FB teman teman yang sekiranya sedang mencari job,” demikian GANAS menceritakan.
Kemudian ketika ada yang tertarik, komunikasi berlanjut melalui inbox atau pesan pribadi. Nantinya calon korban di beri kontak agency yang tentu saja gadungan. Mereka akan dinyatakan diterima oleh agency gadungan itu dengan alibi bisa bekerja pada job yang ditawarkan tersebut.
“Untuk meyakinkan si korban juga diberikan perjanjian kerja yang sudah tercantum nama dan data korban(tentunya juga editan),” ucap GANAS.
Kemudian calon korban diberi kontak akun LINE. Dalam beberapa kasus, mereka menggunakan akun KDEI. Namun tentunya akun KDEI abal abal. Lalu korbandiberitahu bahwa untuk proses pindah ke job tersebut harus bayar sejumlah uang. Calon korban akan ditekan dengan intimidasi halus agar segera mengirim uang tersebut ke rekening/PIN pengiriman via aplikasi yang disiapkan oleh mereka.
“Jika korban sudah terjerat dan sudah mengirim kemudian diblokir atau bahkan ada yang terus dipaksa agar membayar biaya yang dikatakan untuk proses selanjutnya,” demikian penuturan GANAS.
Namun apabila calon korban tidak mau membayar maka di ancam bahwa data data yang sudah dikirim ke mereka akan di blaclist atau akan dipakai hal yang membahayakan. “Semoga info ini bermanfaat dan tetap waspadai penipuan,” demikian ucap GANAS.





