Foto: Stella Maris Kaohsiung
Indosuara -- Kantor Dagang Ekonomi Indonesia Taipei berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Yanpu (Kampoa), untuk meninjau fasilitas yang disiapkan oleh otoritas Taiwan, yaitu mushalla, kamar mandi enam bilik dengan fasilitas air hangat, dan ruang santai. Terkait dengan fasilitas ini, para PMI ABK menyampaikan rasa haru dan bersyukur dengan tersedianya fasilitas tersebut.
"Mengingat mereka dapat merasakan manfaat dan kenyamanan saat mereka sedang bersandar di pelabuhan," demikian disampaikan KDEI melalui siaran persnya, Kamis (23/2/2023).
Menurut KDEI, Ketua FOSPI dan perwakilan organisasi Keluarga Besar Kampoa Bersatu menjelaskan sejarah maupun perjuangan yang panjang untuk mewujudkan terbangunnya ketiga fasilitas dimaksud. Tersedianya fasilitas tersebut menunjukkan perhatian maupun dukungan otoritas Taiwan, Pemerintah Indonesia dan NGO terhadap pemenuhan kebutuhan PMI ABK di Taiwan.
Wakil Kepala KDEI menyampaikan agar PMI ABK dapat menjaga dengan baik fasilitas yang telah tersedia. Disampaikan pula permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri acara syukuran atas terbangunnya fasilitas di Pelabuhan Perikanan Yanpu (Kampoa) yang diselenggarakan pada sore harinya.
Sementara itu, pada tanggal 19 Februari lebih dari 100 nelayan berkumpul di Pelabuhan Perikanan Yanpu. Mereka berkumpul untuk merayakan syukuran mushollah yang baru dibangun. Mereka mengundang dua ustadz Indonesia untuk memimpin salat. Di antara para tamu yang hadir pada upacara ini, ada Bapak Yihsien dari Badan Perikanan Taiwan, Fr. Yance dari Stella Maris Kaohsiung, dan polisi setempat.
Imam Santoso, salah satu pimpinan nelayan di Pelabuhan Perikanan Yanpu mengatakan, mereka sudah lama merindukan tempat ibadah. Mereka memilikinya sebelumnya tetapi karena beberapa perkembangan di daerah penangkapan ikan, mereka harus mengosongkan wilayah yang mereka tempati dulu.
"Untungnya, pemerintah Taiwan telah membangun yang baru untuk kami," demikian kata Imam dalam keterangan yang disampaikan oleh Stella Maris.
Dia pun berterima kasih kepada pemerintah Taiwan atas kepedulian mereka terhadap nelayan. "Tempat ibadah sangat penting bagi nelayan. Mereka bisa berkumpul bersama untuk berdoa sebagai komunitas. Ini juga merupakan momen di mana kami dapat memperkuat iman kami," ujar dia.





