2025-07-03

KDEI Mengimbau WNI untuk Siapkan Tas Siaga Bencana

Foto diambil dari KDEI.

Saat dihubungi CNA, Arif Sulistiyo, kepala KDEI mengatakan Taiwan sering dilanda gempa bumi karena lokasinya terletak di dekat pertemuan dua lempeng tektonik, sementara juga memiliki kondisi geografis berupa dataran tinggi pegunungan, dataran rendah, dan juga pantai.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dalam sebuah rilis pers hari Selasa (1/7) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting dan barang-barang keperluan lainnya seiring Taiwan rawan bencana alam seperti gempa dan taifun.

Pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama, termasuk KDEI selaku perwakilan pemerintah Indonesia, bukan hanya otoritas Taiwan atau pihak berwenang saja, kata Arif.

"Masyarakat Indonesia harus sigap dalam menghadapi ancaman bencana," kata Arif melalui pesan singkatnya. KDEI melakukan edukasi terhadap WNI di Taiwan, yang berjumlah hampir 400.000 orang, untuk selalu waspada dengan ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja, kata Arif.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan sebagai wujud dari kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk melakukan penanggulangan, membekali diri dengan pengetahuan tentang Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan serta menyiapkan tas siaga bencana, tuturnya.

Tas siaga bencana, atau juga dikenal sebagai tas darurat, berisi perlengkapan penting yang dipersiapkan untuk menghadapi situasi darurat atau bencana dan bertujuan untuk memberikan kemampuan bertahan hidup sementara sebelum bantuan datang, papar Arif.

Tas yang digunakan berupa tas ransel yang mampu menopang kebutuhan selama kurang lebih tiga hari, menurut keterangan Arif.

Dalam keterangan pers rilisnya, KDEI menjabarkan sebelas isi tas siaga bencana: dokumen identitas diri (paspor dan Sertifikat Penduduk Asing/ARC); pakaian untuk tiga hari seperti pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan; ponsel (beserta pengisi daya/powerbank); makanan praktis dan tahan lama untuk tiga hari seperti mi instan dan biskuit; air minum; obat-obatan yang sering diminum; uang tunai secukupnya; senter; perlengkapan mandi (sabun mandi, sikat dan pasta gigi); masker (alat bantu pernafasan untuk menyaring udara kotor/tercemar); dan peluit (alat bantu untuk meminta pertolongan saat darurat).

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...