Indosuara - Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas GANAS buka suara soal tragedi salah tangkap seorang remaja Taiwan yang diduga pekerja asing kaburan oleh petugas kepolisian di wilayah Changhua. Seperti diketahui sebelumnya, berita ini menuai banjir kritik dari berbagai pihak.
Dikutip dari akun Facebook-nya, GANAS menilai bicara tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial pun sudah tertulis dalam konvensi internasional secara jelas. Namun diskriminasi di Taiwan memang benar benar terjadi pada pekerja migran. Mulai dari dasar perekrutan dan penempatan dengan melalui sistem keagensian swasta. Sehingga terjadi eksploitasi akibat dari sistem yang tidak kunjung dirubah.
“Sweeping, razia kepada pekerja overstay terus terjadi bahkan amnesty bagi mereka dilakukan namun inti dari permasalahan belum disentuh secara maksimal,” kata GANAS.
Ribuan kasus perbedaan perlakuan terhadap pekerja migran terjadi secara terus menerus. Perbudakan modern yang tersistematik terpampang didepan mata. Menurut GANAS, Perbedaan sektor pekerjaan serta perbedaan dalam perlindungan pun benar benar nyata untuk pekerja migran golongan kerah biru.
Walaupun seringkali disuarakan namun belum juga ada perubahan kebijakan. Masalah tentang kaburan tidak terselesaikan.
“Dan kejadian di Changhua hanya satu di antara ribuan kasus yang terjadi selama ini tentunya dengan cara berbeda,” ucap GANAS.
“Dan hingga kapanpun kami sebagai organisasi yang terdiri dari pekerja migran yang sekaligus berasal serta berawal dari para penyintas korban perbedaan perlakuan akibat sistem kebijakan akan terus menyuarakan agar ada perbaikan. Kami juga mengecam keras tragedi yang baru baru ini terjadi. Sudah saatnya kita semua membuka mata bahwa diskriminasi ternyata bisa saja dialami oleh siapapun jika itu dipandang beda,” tegas GANAS.





