Foto: UDN
Indosuara — Seorang pemilik toko roti bermarga Guo di Qijin, Kaohsiung menerima pesanan senilai 7.000 NTD dari orang yang mengaku sebagai Kapten Zhang dari Angkatan Laut. Tuan Guo setuju dan si pembeli mengaku akan mengambil barang dan membayar pada jam 4 sore. Namun siapa sangka kalau itu adalah order fiktif. Ia sempat memastikan bahwa tidak ada kapten Zhang di angkatan laut.
Dikutip dari UDN, tuan Guo sangat marah sehingga dia memposting di Facebook dan memperingatkan rekan-rekannya. Respons netizen pun rata-rata mengasihani tuan Guo dan mengecam pelaku yang tidak diketahui itu. Namun bos Guo masih berbesar hati dengan membagikan roti yang tidak jadi dibeli itu.
Tuan Guo mengaku telah menunggu dari jam 3 pagi sampai jam 8 malam agar pesanan roti itu segera diambil si pemesan. Namun pemesan tak kunjung datang. Ketika dia menelepon pihak lain malah laporan salah sambung yang diterimanya. Baru pada saat itulah Bos Guo menyadari bahwa dia telah ditipu, dan bergegas melaporkan kasus tersebut.
Polisi langsung menindaklanjuti dengan nomor telepon pemesanan dan informasi lainnya.
Komando Angkatan Laut memverifikasi bahwa Brigade 66 Korps Marinir tidak memiliki petugas bermarga Zhang yang dirujuk oleh toko roti. Polisi mengimbau bahwa pengabaian pemesanan makanan yang jahat tidak hanya akan menimbulkan masalah dan kerugian bagi toko, tetapi juga dapat dikenakan hukuman penipuan.





