Foto: Taiwan Literature Award for Migrants/Facebook
Indosuara - Salah satu karya yang ditulis oleh warga migran baru yang berasal dari Indonesia, telah berhasil memenangkan "Karya Pilihan Juri" dalam Penghargaan Literatur Migran Taiwan ke-8.
Mengutip RTI, karya yang ditulis dalam bahasa Indonesia itu adalah "Asah: Batu yang Menjadi Giok" karya dari Chin Nyap-fong (陳業芳).
Chin Nyap-fong berhasil membawa pulang piagam penghargaan dan uang tunai sebesar 80 ribu NTD.
Sementara untuk pemenang utamanya dirail oleh Vo Thi Diem Thu asal Vietnam dengan karyanya Ký ức hoa hồng (Kenangan Bunga Mawar).Dia pun menerima penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar NT$100.000.
Setelah 2 tahun tidak diselenggarakan, Penghargaan Literatur Migran Taiwan akhirnya kembali diadakan.
Penghargaan ini mengundang para pekerja migran, penduduk imigran baru dan generasi kedua penduduk imigran baru memberikan karya mereka dengan menggunakan bahasa ibu mereka. Karya boleh menggunakan Bahasa Thailand, Myanmar, Vietnam, Indonesia, dan FIlipina
Pengumpulan karya yang ditutup 5 Juni lalu berhasil mengumpulkan 195 karya, dengan 33 karya yang berhasil masuk nominasi, hingga akhirnya pada hari ini tanggal 27 Juli 2023 mengumumkan hasil keputusan pemenang lomba ini sebanyak 8 pemenang yang terdiri dari 1 pemenang utama, 1 pemenang pilihan juri, 3 pemenang pilihan, 3 pemenang karya pemuda yang direkomendasi juri





