Foto diambil dari CNA.
Perusahaan pelayaran kapal berbendera Indonesia "IRIANA" hari Kamis (22/8) menyatakan mereka bersedia mengganti kerugian empat pembudidaya ikan yang terdampak terdamparnya kapal tersebut di Pingtung baru-baru ini karena Taifun Gaemi.
Hal ini disampaikan pada sebuah pertemuan yang diadakan menyusul pengajuan keluhan oleh para pembudidaya, yang tedampak kerusakan saluran air laut yang mereka gunakan karena insiden tersebut, kepada Kantor Desa Fangshan dan legislator Hsu Fu-kuei (徐富癸).
Hsu mengatakan kepada wartawan CNA bahwa perusahaan pelayaran menunjukkan itikad baik, menyatakan bahwa pemilik kapal bersedia membayar seluruh biaya, dan telah meminta para pembudidaya untuk memberikan estimasi biaya untuk peralatan yang rusak dan kerugian terkait.
Perusahaan asuransi akan menangani prosedur selanjutnya, tambah Hsu.
Untuk mencegah kerugian, saat ini para pembudidaya menggunakan saluran pinjaman untuk menjaga pasokan air, ujar Hsu, menambahkan bahwa mereka berharap saluran dapat segera diperbaiki, karena jika tidak, ikan mungkin sakit atau mati.
Kantor Desa Fangshan menyebutkan bahwa total ada lima saluran air laut yang rusak akibat kapal yang terdampar tersebut, dan empat pembudidaya yang menggunakannya telah mengajukan tuntutan ganti rugi.
Kapal "IRIANA", yang membawa 20 awak kapal asal Indonesia dan sekitar 245 ton minyak, terdampar di Pingtung pada 24 Juli sore karena Taifun Gaemi. Kapal tersebut telah berhasil ditarik dari perairan dangkal pada pukul 4.23 pagi tanggal 17 Agustus, setelah dilakukan 23 pertemuan darurat oleh Biro Maritim dan Pelabuhan dan operasi pengurasan sisa minyak selesai.




