Foto diambil dari Apple Daily.
Sepasang suami istri asal Indonesia bekerja dan sewa di sebuah rumah kontrakan di Kota Houlong, Kabupaten Miaoli. Suaminya bekerja di pabrik produk pertanian khusus pada hari kerja. Setelah bekerja lembur pada tanggal 30 Juni, ia kembali ke rumah dan menemukan bahwa istrinya yang berkewarganegaraan Indonesia terbaring di kamar bersama anaknya, putra tunggal berusia 4 tahun. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, keduanya dinyatakan meninggal setelah dikirim ke rumah sakit. Disebutkan bahwa putranya menderita autisme dan ibunya bertanggung jawab untuk merawatnya. Penyebab kematiannya sedang diklarifikasi.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Miaoli menerima laporan sekitar pukul 20.30 kemarin malam, menyatakan bahwa ketika sang suami laki-laki Indonesia (40 tahun) pulang dari pabrik bekerja lembur, ia menemukan bahwa tidak ada istri (orang Indonesia, 39 tahun) dan anak 4 tahun tak bernyawa. Anak satu-satunya ada di kamar, dan saat masuk ke kamar, dia kaget melihat ibu dan anak sudah tidak bernafas dan tidak ada detak jantungnya. Petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian dan bergegas membawa ibu dan anak itu ke dokter, namun polisi mengambil alih penyelidikan.
Menurut laporan, pasangan Indonesia dan beberapa anggota keluarga Indonesia bekerja di Houlong dan tempat lain. Ibu tersebut telah berada di Taiwan selama bertahun-tahun dan telah memperoleh kartu identitas KTP Taiwan. Suaminya saat ini memegang kartu penduduk. Pasangan tersebut dan anak 4 tahun mereka berada di Houlong.
Anak satu-satunya tersebut autis dan memiliki cacat ringan. Pada hari kerja, istrinya merawat anaknya yang rentan secara emosional sendirian. Baru-baru ini, waspada tiga tingkat epidemi, anak bosan di rumah, dan konflik ibu-anak sering terjadi. Dia sempat menyatakan kelelahan dan kelemahan fisik dan mental, sehingga kerap melampiaskan tekanan.




