Foto: Travel Taipei
Indosuara — Ancaman bom kembali meneror Taiwan. Kali ini tak tanggung-tanggung istana Presiden yang jadi sasaran.
Dikutip dari Radio Taiwan Internasional, pada Rabu hari ini (27/9),kotak surat pendapat milik Istana Kepresidenan menerima surat ancaman bom. Juru bicara Istana Kepresidenan, Lin Yu-chan (林聿禪), mengatakan bahwa pihak mereka telah melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian dan kasus tersebut sedang diselidiki oleh kepolisian dan jaksa.
Menurut Juru Bicara Istana, ancaman itu masuk pada pukul 08:39 pagi. Alamat email tersebut yang tertera adalah bay***kimo@gmai.com dan isinya berbunyi, "Saya telah memasang bom waktu di Istana Kepresidenan, yang akan meledak pada pukul tiga sore".
Dan di salah satu kolom juga tertulis "Kantor Kepolisian Kota Taoyuan."
Mengenai tindakan tersebut, Lin Yu-chan mengatakan bahwa Istana Kepresidenan telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Unit informasi berwenang juga sedang mengumpulkan bukti digital terkait untuk diserahkan kepada polisi dan jaksa, guna diselidiki lebih lanjut.
Beberapa media mengklaim bahwa pemilik akun email tersebut telah disalahgunakan oleh pihak lain. Lin Yu-chan mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut sedang diselidiki oleh kepolisian dan jaksa.
Jika seseorang menggunakan informasi atau data pribadi pihak lain, maka mereka juga memiliki tanggung jawab secara hukum. Istana Kepresidenan mendesak pihak-pihak yang memiliki informasi lebih lanjut untuk menghubungi kepolisian dan jaksa, membantu agar pelaku segera diadili sesuai hukum.





