Foto: CT WANT
Indosuara β Hari ini (13 Juli), sebuah insiden berdarah terjadi di Leofoo Village Water Park (ε η¦ζζ°΄δΈζ¨ε). Seorang pengunjung yang menggunakan wahana "Poseidon Flying Shuttle (ζ΅·η₯ι£θ)" mengalami pendarahan di kepala, terbaring di atas seluncuran air dengan ekspresi kesakitan, dan tidak bisa bangun untuk waktu yang lama.
Mengenai insiden ini, pihak Leofoo Village (ε η¦ζ) menyatakan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan langsung menemani korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat ini, kondisi korban stabil dan sadar, dan pihak taman akan terus memantau perkembangan kesehatannya.
Seperti yang dilansir oleh CT WANT, Leofoo Village menekankan bahwa mereka selalu memperhatikan keselamatan pengunjung. Di setiap lokasi wahana terdapat papan petunjuk dan petugas yang memberikan penjelasan, mengimbau pengunjung untuk selalu mematuhi aturan keselamatan saat menggunakan wahana. Mengenai apakah kecelakaan tersebut disebabkan oleh pecahnya pelampung, keseimbangan pengunjung yang tidak stabil, atau alasan lainnya, masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Seorang saksi di lokasi mengungkapkan di media sosial bahwa mereka mendengar petugas menekankan bahwa pengunjung dengan berat lebih dari 90 kilogram tidak boleh menggunakan wahana setinggi 3 hingga 5 lantai. Saksi juga menyebutkan bahwa setelah petugas selesai melakukan uji keselamatan, wahana Poseidon Flying Shuttle akan dibuka kembali untuk pengunjung.





