Foto: Focus Taiwan
Indosuara - Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan mengumumkan pada Rabu, bahwa empat kebijakan dan tindakan baru di bidang kesehatan akan diberlakukan mulai 1 Juli. Peraturan tersebut termasuk pelabelan produk madu dan aturan pengetatan terkait layanan kecantikan.
Dikutip dari Focus Taiwan, aturan baru lainnya adalah peningkatan subsidi untuk penghuni di panti jompo dan perubahan pembayaran asuransi kesehatan, kata kementerian itu.
Di bawah peraturan baru, perusahaan harus memberi label produk madu dan sirup kemasan dengan sebenar-benarnya. Hanya produk yang mengandung 100 persen madu yang boleh diberi label "madu murni".
Sementara, produk yang tidak mengandung madu harus diberi label sirup kemasan, sedangkan produk yang mengandung kurang dari 60 persen madu harus mencantumkan kandungan zat aditif dan perasa buatan, kata kementerian tersebut.
Tak hanya itu, mulai 1 Juli juga diberlakukan aturan tentang informasi apa saja yang harus disampaikan dan ketentuan apa yang tidak dapat dimasukkan dalam kontrak standar pada layanan kecantikan.
Sementara itu, subsidi untuk penghuni panti jompo akan dinaikkan dari NT$60.000 menjadi NT$120.000, kata kementerian itu.
Diperkirakan 680.000 orang diharapkan mendapat manfaat dari kebijakan tersebut, yang telah dianggarkan sekitar NT$7,7 miliar, menurut kementerian.
Beberapa perubahan pada pembayaran bersama untuk perawatan darurat dan obat resep yang dicakup oleh program Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) Taiwan juga akan berlaku mulai 1 Juli.
Kenaikan pembayaran bersama NHI terutama akan mempengaruhi rumah sakit regional dan pusat kesehatan dan akan memungkinkan fasilitas medis tersebut untuk merawat pasien dengan lebih baik dalam situasi darurat yang serius, dengan penyakit langka atau membutuhkan perawatan kritis, kata kementerian itu.





