Foto: Taiwan News
Indosuara — Kecintaan seorang anak perempuan terhadap ayahnya yang bercampur dengan rasa malu di depan umum telah meyakinkan seorang pria Kaohsiung untuk berhenti mengunyah sirih.
Dikutip dari Taiwan News, mahasiswa bermarga Liu (劉) mengatakan bahwa dia selalu membenci kelakuan ayahnya yang sering mengonsumsi sirih pinang. Ia bahkan telah mencoba berkali-kali untuk menghentikannya, menurut CNA. Dia mengatakan fakta bahwa ayahnya Liu Ming-huang (劉明煌) terus menggunakannya setelah pulih dari lesi mulut akibat penggunaannya meyakinkannya untuk mengambil tindakan.
Liu memutuskan untuk mencetak poster yang menampilkan wajah ayahnya dengan tulisan, “Tolong jangan berikan Liu Ming-huang sirih untuk dikunyah atau dijual kepadanya.” “Jika Liu Ming-huang mengunyah sirih, dia akan dipukuli oleh putrinya,” bunyinya.
Poster-poster tersebut digantung di dalam dan di sekitar bengkel sepeda motor keluarga tersebut, dan Liu mengatakan dia berencana mengirimkannya ke penjual sirih pinang di seluruh wilayah setempat. Dia mengatakan bahwa dia telah meyakinkan penjual sirih pinang di seberang rumah mereka untuk berhenti menjualnya kepada ayahnya dan juga melarang tetangga mereka memberikan sirih tersebut kepadanya.
Ayah berusia 43 tahun ini mengatakan bahwa kampanye putrinya untuk memaksanya berhenti telah membuatnya merasa malu, sehingga ia memutuskan untuk berhenti.
Di Taiwan, sirih pinang sering dikonsumsi oleh pekerja sebagai stimulan ringan. Namun diketahui hal ini bisa menyebabkan kanker mulut. Kanker mulut adalah kanker paling umum kelima di Taiwan pada tahun 2020.
Statistik Kementerian Kesehatan menunjukkan penurunan penggunaan pinang antara tahun 2007 dan 2018. Sekitar 600.000 orang menggunakan pinang di Taiwan pada tahun 2019.





