Pertemuan Indosuara dan BP2MI di Jakarta pada Kamis (20/10/2022). (Dok. BP2MI)
**Indosuara**- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan media Indosuara melakukan pertemuan untuk membahas kesejahteraan pekerja migran Indonesia di Taiwan.
Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan juga CEO Indosuara Joy Simon di Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, pada Kamis (20/10/2022).
Suryansyah atau yang disapa Joy Simson mengatakan tujuannya datang ke BP2MI adalah berdiskusi, bersilaturahmi, dan meminta arahan tentang kesejahteraan PMI Taiwan dan PMI Purna Taiwan yang telah menyelesaikan masa kerjanya.
"Indosuara sering menerima masukan dan harapan dari PMI Taiwan tentang kesulitan yang mereka hadapi," kata dia.
Adapun beberapa hal yang dibahas adalah program G to P (goverment to private) untuk penempatan tenaga nursing di rumah sakit Taiwan, program pelatihan nursing di Indonesia yang dikelola oleh yayasan Indosuara untuk mempersiapkan tenaga ahli ke Taiwan, pembukaan koperasi PMI Purna di desa-desa di Jawa Timur, dan program kerja sama KUR kredit PMI di Taiwan.
Keinginan Indosuara membuka koperasi untuk PMI Purna adalah karena tidak ada wadah yang menampung para PMI Purna tersebut, sehingga menyebabkan kurangnya edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi para PMI Purna.
"Salah satu kendala yang dihadapi PMI Purna adalah tidak adanya satu wadah yang menampung para PMI Purna tersebut. Hal itu menyebabkan tidak teredukasinya pengelolaan keuangan, dan rentannya penipuan antar PMI," kata dia.
Indosuara pun berencana menggelar pertemuan akbar antara komunitas PMI pada 25 November 2022. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya wadah sosialisasi dan edukasi bagi para PMI Purna terutama soal pengelolaan keuangan.
Sementara itu Kepala BP2MI menyambut baik gagasan Indosuara untuk terlibat langsung dalam kesejahteraan para PMI Taiwan. Menurut dia, untuk menangani sembilan juta PMI yang ada di seluruh dunia tidak hanya ditangani oleh pemerintah saja, oleh sebab itu kolaborasi dengan beberapa pihak menjadi penting.
"Wacana tentang skema G to P di Taiwan itu bagus, karena melibatkan negara dalam memberikan pelayanan kepada PMI," kata Benny.
Salah satu hal yang dilakukan BP2MI untuk kesejahteraan PMI di taiwan adalah bernegosiasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei untuk penghapusan biaya agensi dan naiknya upah PMI sektor domestik dari 17 ribu dolar Taiwan menjadi 20 ribu dolar Taiwan.
"Semoga misi kita untuk menyejahterakan, melindungi, dan memuliakan PMI dapat terwujud dengan kolaborasi ini," kata Benny.





