Foto: Bloomberg Technoz
Indosuara — Indonesia merupakan negara pengirim migran terbesar nomor dua di Asia Tenggara setelah Filipina. Sebelumnya di tahun 2020 Indonesia malah merupakan negara pengirim migran terbesar di Asia Tenggara.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, terdapat 4,6 juta migran internasional dari Indonesia, dengan 44% di antaranya adalah perempuan. Lanjutnya, remitansi atau uang yang dikirimkan oleh pekerja migran ke negara aslinya diproyeksi mencapai US$9,4 Miliar.
“Dalam konteks kontribusi terhadap ekonomi, proporsi remitansi dari WNI (Warga Negara Indonesia) terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional meningkat, meningkatnya sekitar 0,8% - 1.7%. Remitansi ini mendorong kesejahteraan penduduk, terutama di wilayah kantong-kantong migran,” katanya.
Menurut laporan, masyarakat biasanya bermigrasi tak hanya karena kebutuhan hidupnya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya. Hal itu tercermin dengan adanya pengiriman dana penghasilan para pekerja migran kepada keluarga mereka demi meningkatkan kesejahteraandan keluar dari jebakan rantai kemiskinan. Alhasil, hal itu berdampak pada penurunan kemiskinan di negara keluarga sang imigran tinggal.





