Foto: TVBS
Indosuara — Kantor Imigrasi Indonesia baru-baru ini menggerebek sebuah vila di Pulau Bali dan menangkap 103 warga Taiwan, beserta menyita sejumlah besar komputer dan ponsel, diduga terlibat dalam penipuan. Saat ini, lembaga diplomatik sedang berupaya untuk mengkoordinasikan pengembalian mereka ke Taiwan, namun tanpa bukti kejahatan yang cukup, mereka mungkin akan dilepaskan begitu tiba di Taiwan. Negosiasi sedang berlangsung untuk mendapatkan informasi kriminal yang dapat dibawa kembali bersama mereka.
Dilansir oleh TVBS, lokasi vila di Pulau Bali untuk penggerebekan telah dikonfirmasi, dengan petugas imigrasi Indonesia memanjat tembok untuk masuk. Total 103 orang ditangkap, dengan para pelaku penipuan yang mengenakan rompi oranye, berdiri rapi di depan dinding dalam konferensi pers imigrasi, memperlihatkan paspor Taiwan berwarna hijau yang mereka miliki.

Foto: TVBS
Direktur Pengawasan dan Penegakan Imigrasi Bali, menyatakan, "Di sebuah vila di Kabupaten Tabanan, Bali (峇里島塔巴南縣), kami menemukan 103 orang asing. Setelah penyelidikan lebih lanjut, kami menemukan bahwa semua dari 103 orang ini adalah warga negara Taiwan. Para warga Taiwan ini diduga melakukan aktivitas mencurigakan di vila tersebut, yang kami curigai terkait dengan kejahatan siber."
Awalnya dilaporkan ada 14 warga Taiwan, namun pejabat setempat mengonfirmasi bahwa sebenarnya ada 103 orang dari Taiwan yang terlibat. Mereka diduga melanggar regulasi imigrasi terkait kejahatan siber, bukan terlibat dalam penipuan. Apakah mereka akan dikembalikan ke Taiwan?
Karena mereka ditahan oleh otoritas imigrasi Indonesia atas pelanggaran visa dan perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan, bukan karena penipuan, kemungkinan mereka hanya akan dideportasi. Keputusan akhir mengenai tujuan deportasi akan ditentukan oleh para tersangka sendiri.
Saat ini, karena kebanyakan korban penipuan berasal dari Malaysia, kejahatan ini berada di luar yurisdiksi Kantor Imigrasi Indonesia. Namun, mereka menekankan bahwa sedang bekerja sama erat dengan pihak terkait di Malaysia. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa 103 orang dari Taiwan ini akhirnya akan dikirim ke Malaysia daripada Taiwan.





