Indosuara -- Layanan aduan 1955 menyebarkan sejumlah nomor yang bisa dihubungi oleh para pekerja migran asing di Taiwan jika menemukan atau mencurigai adanya praktik perdagangan manusia. Hal ini penting mengingat praktik perdagangan manusia adalah salah satu ancaman yang menghantui para perantau. Tadinya niat membantu ekonomi keluarga dengan bekerja keluarga negeri, tapi sayang ada saja yang terjebak dengan praktik perdagangan manusia ini.
Di antara nomor yang bisa dihubungi adalah layanan aduan 1955 sendiri. Namun ada juga sejumlah layanan aduan lain seperti Saluran Pelaporan Khusus 110 dan Saluran Pengaduan Khusus Praktik Perdagangan Manusia di nomor 02-2388-3095.
"Jika anda mencurigai ada praktik perdagangan manusia segera meminta bantuan dengan menghubungi telepon tersebut," kata 1955.
Banyak praktik yang dilakukan oleh sindikat jahat ini. Di antaranya eksploitasi seksual, eksploitasi tenaga kerja, hingga ancaman pengambilan organ. Biasanya mereka mendesak para perantau yang memang sedang dalam posisi kesulitan.
Dalam praktik eksploitasi seksual misalnya, mereka menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi dengan pekerjaan yang seolah "hanya" untuk menemani tamu berbincang sambil minum alkohol. Sementara di eksploitasi tenaga kerja, biasanya mereka akan merampas semua dokumen hingga melarang pekerja pergi. Ujungnya, mereka akan menjebak pekerja untuk menjual organ mereka.
"Pelaku praktik perdagangan manusia yang terberat dalam dihukum kurungan penjara 7 tahun ke atas atau denda maksimum NTD 7 juta," ucap 1955.









