Foto: Taiwan News
Indosuara — Seorang pengendara skuter wanita di Kaohsiung dikenakan tilang sebesar NT$16.000 karena berhenti di tempat teduh di depan lampu lalu lintas. Namun setelah menuai kontroversi, denda ini kemudian dibebaskan oleh polisi.
Dikutip dari Taiwan News, pada akhir bulan Juli, seorang pengendara skuter bermarga Tai (戴) sedang berkendara di jalan di Distrik Zuoying Kota Kaohsiung, ketika dia berhenti di tempat teduh sebelum lampu merah. Hal ini mengundang pengendara di belakangnya untuk memotret Tai. Soalnya, pengemudi di belakangnya menilai Tai yang berhenti mendadak di tengah jalan hanya untuk berteduh sambil menunggu lampu merah, bisa membahayakan pengendara di belakangnya.
Seorang netizen baru-baru ini memposting video kejadian tersebut di grup Facebook wilayah Kaohsiung Wujia. Postingan tersebut menyertakan tangkapan layar tilang lalu lintas sebesar NT$16.000 karena melanggar Pasal 43, Ayat 1, Angka 4 Undang-Undang Penalti dan Manajemen Lalu Lintas Jalan (道路交通管理處罰條例), yang menyatakan bahwa denda antara NT$6.000 dan NT$24.000 dapat dikeluarkan untuk, "Tiba-tiba mengurangi kecepatan, mengerem atau berhenti di jalur, bukan dalam situasi darurat."
Kantor Polisi Zuoying yang dikutip oleh UDN mengatakan Kantor Polisi Xinzhuang menerima laporan dari pengendara skuter lain yang mengatakan Tai menghentikan skuternya di tengah jalan untuk mencari perlindungan dari sinar matahari, hampir menyebabkan skuter di belakangnya menabraknya. Petugas yang mengeluarkan surat tilang tersebut menyimpulkan Tai bersalah. Karena ia berhenti di tengah jalan bukan karena keadaan darurat, dan berhenti di tengah jalan dapat membahayakan kendaraan yang mendekat dari belakang.
Setelah video kejadian dan denda selanjutnya menjadi viral, polisi melakukan peninjauan internal. Petugas memeriksa pedoman dari Kementerian Perhubungan dan Komunikasi yang mengatakan bahwa "mencari tempat berteduh dari sinar matahari dianggap sebagai perhentian sementara dan berbeda dengan parkir sementara atau mengemudi berbahaya, dan saat ini tidak ada denda yang terkait dengan hal tersebut."
Untuk menghindari kontroversi lebih lanjut, polisi menghubungi Tai dan mengesampingkan hukumannya.





