Foto: UDN
Indosuara — Seorang pria berusia 47 tahun di Taichung hampir menjadi korban penipuan kerja part-time yang ia dapat dari seorang teman internetnya. Teman internet yang ia tidak kenal ini menjanjikan gaji 2000 NTD sehari untuk kerja part-time yang tidak jelas, asalkan ia mau membuat rekening online dulu dan menginvestasikan sejumlah uang.
Dikutip dari UDN, mulanya teman internet itu menghubungi korban via aplikasi percakapan. Korban diminta mengunduh aplikasi bank mata uang virtual terlebih dahulu, mendapatkan kata sandi akun, mengambil foto, mengunggah kartu ID dan dokumen lainnya, dan memasukkan kode verifikasi dan informasi lainnya.
Setelah itu si pelaku meminta korban membuat rekening online, menyetujui nomor rekening dan informasi buku tabungan bank untuk mulai berinvestasi dalam pekerjaan paruh waktu. Namun langkah si pelaku untuk menipu korban digagalkan pihak bank.
Itu terjadi ketika korban pergi ke sebuah bank di Shalu untuk mengajukan permohonan perbankan online, menyetujui nomor rekening dan menyetor 2000. Namun gelagat korban dicurigai oleh pihak bank. Soalnya ia terus memeriksa ponselnya dan terlihat aneh, dia tidak dapat menjelaskan dengan jelas tujuan dari pembuatan akun tersebut.
Chen Yanrong, wakil direktur Kantor Shalu dari Sub-biro Polisi Qingshui, dan seorang petugas polisi, yang ada di bank pun membantu pihak bank dengan inisiatif menanyakan tujuan si korban yang nampak bingung. Setelah dilacak dan diminta ketetangan, polisi menilai bahwa korban hampir jadi korban penipuan.
Cai Qingxing dari Kantor Polisi Qingshui mengatakan bahwa ada banyak jenis penipuan, Dia mengingatkan bahwa selama musim kelulusan dan liburan musim panas, penipuan kerja part-time meningkat. Biasanya, mereka akan menawarkan pekerjaan tak masuk akal dengan syarat termasuk nomor KTP, informasi latar belakang keluarga, yang bahkan diminta sebelum calon pelamar diterima bekerja. Jika Anda memiliki dugaan penipuan, Anda dapat bertanya kepada kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor telepon 165 anti penipuan.





