Foto : TVBS
Indosuara — Kantor Kepolisian Angkatan Udara (航警局) baru-baru ini berhasil membongkar kasus penyelundupan narkoba lintas negara, yang melibatkan seorang pemimpin dari etnis Mongolia di perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Dia memberikan 3 warga etnis tersebut masing-masing 800.000 baht untuk mendaftar dalam tur wisata. Mereka diminta menyembunyikan narkoba senilai ratusan juta NT$ di dalam bagasi yang akan dikirimkan ke Taiwan. Dua dari mereka ditangkap segera setelah tiba di Taiwan. Mereka merasa tidak puas karena pemimpin mereka meninggalkan mereka dan melakukan transaksi secara pribadi. Mereka memberikan semua perincian kepada polisi. Selanjutnya, polisi menangkap pemimpin dan rekan-rekannya, serta pembeli yang datang untuk bertransaksi.
Saat koper mereka dibuka, di dalamnya dipenuhi dengan selimut yang telah divakum satu per satu dan sarung bantal etnik.
Dilansir oleh TVBS, sepintas isinya terlihat seperti barang pesanan, tetapi setelah dibuka, setiap barang di dalamnya berisi narkoba yang disembunyikan.
Bulan Desember tahun lalu, seorang pemimpin etnis Mongolia dari perbatasan antara Thailand dan Myanmar merekrut tiga orang tersebut dengan bayaran 800.000 baht per orang untuk mendaftar dalam tur ke Taiwan, sementara sebenarnya mereka menyembunyikan narkoba untuk dijual ke Taiwan.

Foto : TVBS
Mereka mencoba menyelundupkan narkoba melalui bagasi, tetapi begitu mereka tiba di bandara, dua orang di antara mereka langsung dihentikan oleh petugas bea cukai. Setelah melihat bahwa rencana mereka telah terbongkar, sang pemimpin bahkan berani untuk menghubungi pembeli secara pribadi untuk melakukan transaksi. Karena merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya, mereka dengan marah memberikan semua rincian transaksi narkoba kepada pihak berwenang.
Kapten dari Criminal Investigation Team Kepolisian Angkatan Udara, Chen Mianzong (陳綿宗) mengatakan, "Empat wisatawan asal Thailand membawa 36,644 kilogram narkoba kelas satu yang disembunyikan dalam bagasi tercatat, dengan nilai ratusan juta NT$."

Foto : TVBS
Setelah menerima informasi intelijen, polisi secara bertahap menangkap pemimpin dan rekan-rekan lainnya di Taipei dan Taoyuan. Mereka juga menangkap seorang pria bernama Huang (黃) yang datang mengambil narkoba dengan mobil. Kelima tersangka ini akan diselidiki atas pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Bahaya Narkotika.




