Foto diambil dari : Kompas
Sebanyak 56 orang meninggal akibat gempa M 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).
Sejak siang tadi ada 300 pasien yang berdatang dari berbagai wilayah di Cianjur.
Rumah sakit tidak mampu menampung seluruh pasien di dalam ruangan sehingga sebagian pasien dirawat di parkiran rumah sakit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi 25 gempa susulan pasca-gempa dengan magnitudo (M) 5,6 di Cianjur, Jawa Barat.
Adapun pusat gempa utama tercatat di darat, yakni 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB.
Sementara itu, kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau modified mercalli intensity, meliputi wilayah Cianjur V-VI MMI dan Garut dan Sukabumi IV–V MMI. Lalu, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, dan Bayah III MMI, serta Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, dan Depok II–III MMI.
Lebih lanjut, kepala BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh atas isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Beliau juga meminta masyarakat menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB juga mendapatkan laporan sebuah pondok pesantren rusak berat dan 1 layanan kesehatan, yakni RSUD Cianjur rusak sedang. Fasilitas publik lain yang masih diidentifikasi tingkat kerusakannya, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas pendidikan 3 unit, dan tempat ibadah 1 unit.





