Foto diambil dari UDN.
Legislator Shili Qiu Xianzhi mengadakan konferensi pers dengan pekerja migran menggugat perusahaan konstruksi milik negara Indonesia WIKA bekerja sama dengan Perusahaan Teknik Veteran Taiwan yang mengontrak pembangunan Jalur Sanying MRT Taipei dan mengeksploitasi pekerja migran Indonesia.
Proyek tersebut mengeksploitasi pekerja migran Indonesia dimana jam lembur per bulan mencapai jam 176. Selain gaji kurang dari 10.000 NTD, biaya lembur per jam hanya 47 NTD.





