Foto: LTN News
Indosuara — Industri perikanan Pulau Penghu sangat mengandalkan pekerja asing, namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus pelarian semakin meningkat. Meskipun sebelumnya telah dilaporkan secara eksklusif oleh surat kabar, yang sempat berhasil menahan lonjakan kasus ini untuk sementara waktu, namun belakangan ini kasus pelarian pekerja kembali meningkat. Pada malam tanggal 25, dua pekerja asing nelayan yang dipekerjakan oleh sebuah kapal nelayan di Zhu Wan (竹灣) di Pulau Barat Pulau Penghu (西嶼) secara tiba-tiba menghilang tanpa jejak, pemilik kapal telah mencari ke mana-mana tanpa hasil, akhirnya hanya bisa memberitahu perantara untuk membantu. Saat ini kedua pekerja asing yang melarikan diri masih belum ditemukan.
Dilansir oleh LTN News, menurut statistik dari Departemen Ketenagakerjaan Sosial Pemerintah Kabupaten Penghu, pada tahun 2023, sebanyak 236 pekerja asing melarikan diri dari Pulau Penghu, bulan dengan jumlah pelarian terbanyak adalah Februari, Agustus, dan September, masing-masing dengan 27 orang. 224 orang di antaranya adalah pekerja nelayan, menyumbang angka 95%. Sisanya 5% dari pekerjaan yang lain. Dari Januari hingga April 2024, ada 57 pelarian, tanpa peningkatan yang signifikan, dari Mei hingga sekarang, terdapat tambahan 18 orang, total 75 orang, di antaranya 63 pekerja nelayan, menyumbang angka 84%,. Sisanya 16% adalah pekerjaan lain.
Insiden pelarian pekerja asing di Zhu Wan, Pulau Barat Pulau Penghu ini, karena aturan saat ini menyatakan bahwa setelah hilang selama 3 hari, barulah bisa dilaporkan. Oleh karena itu Departemen Ketenagakerjaan Sosial Pemerintah Kabupaten Penghu belum menerima laporan. Tersebar kabar bahwa pekerja asing ingin mengganti majikan. Namun saat ini musim panen perikanan sedang berlangsung, sehingga diharapkan pekerja asing menunggu hingga musim gugur dan musim dingin untuk mengganti majikan. Kedua pekerja asing diduga tidak mau menunggu, mereka pergi ke Magong (馬公) sendiri, tanpa mereka sadari bahwa jika ketahuan, mereka mungkin akan dipaksa untuk dipulangkan.
Berdasarkan statistik, terdapat lebih dari 2800 pekerja migran di Pulau Penghu, di antaranya lebih dari 1800 adalah pekerja nelayan Indonesia, dan sekitar 690 adalah pekerja migran sosial Indonesia, tanda-tanda awal telah terlihat sejak September 2022, dengan 19 pekerja migran Indonesia melarikan diri, di bulan Oktober ada 33 orang, pada awal November terjadi kasus pelarian massal yang lebih besar. Saat ini setiap tahun terjadi lebih dari 200 pekerja asing melarikan diri. Masalah ini layak untuk diperhatikan oleh pihak terkait.

Foto: LTN News





