Wakil Wali Kota New Taipei Liu Ho-jan (kiri) dan para pejabat lingkungan memeriksa TKP. (Foto diambil dari Departemen Perlindungan Lingkungan New Taipei)
Departemen Perlindungan Lingkungan Pemerintah Kota mengatakan sebelumnya tahun ini dalam siaran pers bahwa mereka menerima laporan yang menuduh sebuah pabrik di daerah pegunungan Linkou di New Taipei telah menggunakan asam nitrat, bahan kimia yang kuat, untuk mengekstrak potongan kecil emas dari bahan limbah seperti papan sirkuit cetak dan mahkota gigi.
Otoritas di New Taipei menangkap dua pabrik karena membuang limbah beracun dari lokasi penyulingan emas ke daerah pegunungan di kota dan Kabupaten Hsinchu dan menyita sekitar NT$70 juta (Rp33,1 miliar) nilai produk emas setengah jadi, kata Pemerintah New Taipei pada Selasa (25/9).
Seperti yang dilansir dari CNA, setelah menyelesaikan pekerjaan penyulingan, kata departemen, pabrik tersebut membuang limbah asam nitrat beracun ke daerah pegunungan New Taipei.
Departemen tersebut menambahkan bahwa limbah tersebut mengandung logam berat seperti tembaga, nikel dan kromium dan pelepasannya menyebabkan tanaman layu.
Departemen tersebut juga mengatakan mereka bekerja sama dengan polisi dan kejaksaan untuk membentuk satgas yang dipimpin oleh Kantor Kejaksaan Distrik New Taipei. Penyelidikan menemukan bahwa sebuah pabrik di Kelurahan Xinpu, Hsinchu juga telah membuang limbah beracun.
Departemen tersebut mengatakan penggerebekan yang dilakukan pada 4 Juni mengungkapkan bahwa limbah beracun sedang dibuang dari pabrik Xinpu ke pegunungan dan menambahkan bahwa para penyidik memerintahkan pemberentian operasional dan menyita sekitar 26,25 kilogram produk emas setengah jadi, senilai sekitar NT$70 juta.
Setelah penggerebekan, polisi dan kejaksaan menangkap empat orang termasuk dalangnya bermarga Chen (陳), ujar departemen tersebut.
Pada Selasa, Wakil Wali Kota New Taipei Liu Ho-jan (劉和然) dan kepala satgas tersebut memimpin tim untuk menyelidiki pegunungan mencari bukti lebih lanjut untuk menentukan sejauh mana area tersebut terdampak oleh limbah tersebut.
Departemen tersebut mengatakan Liu telah memerintahkan personel perlindungan lingkungan untuk membersihkan polusi dan memastikan kegiatan operasional di pabrik tanpa lisensi tersebut berhenti.





