Foto: TVBS
Indosuara β Kembali terjadi kasus hilangnya nelayan di Kinmen (ιι), sekitar pukul 11.00 tanggal 17 kemarin. Dua nelayan pergi memancing di Pulau Beiding (εη’ε³Ά), diduga kapal kehabisan bahan bakar. Pada malam hari, keluarga tidak dapat menghubungi siapapun dan segera melaporkan kehilangan tersebut, namun karena kabut tebal menghalangi, jarak pandang kurang dari 200 meter, patroli laut sejenak tidak dapat melakukan pencarian dan penyelamatan. Mereka menggunakan sinar terang dan terus bersiul di sepanjang pantai untuk mencari korban. Hingga larut malam kabut mulai hilang, pencarian dilakukan selama 10 jam tetapi tidak membuahkan hasil. Beruntungnya, keesokan harinya, keluarga menerima laporan bahwa 2 orang telah diselamatkan oleh patroli laut Daratan Cina.
Seperti yang dikutip dari TVBS, anggota patroli laut mengatakan, βkami menerima laporan 118, kapal kecil hilang. Jarak pandang saat ini dalam kabut tebal adalah 10 meter, kapal kami terus melakukan pencarian.β

Foto: TVBS
Namun karena cuaca buruk hari itu, Badan Meteorologi terus mengeluarkan peringatan khusus tentang kabut tebal di malam hari, dengan jarak pandang kurang dari 200 meter, akibatnya banyak penerbangan yang dibatalkan, dan berdampak pada 2.047 orang.
Keluarga nelayan tersebut mengatakan, βPatroli laut kemungkinan telah menghubungi mereka melalui telepon. Mereka menghubungi kembali pada pukul 5 pagi, dan telah melakukan pencarian sejak kemarin malam.β Setelah menunggu hampir 10 jam dan begadang semalaman, kabar baik akhirnya datang, namun kali ini penyelamatan dilakukan oleh patroli laut Daratan Cina.

Foto: TVBS
Baru-baru ini, ada kecelakaan kapal yang mengakibatkan dua kematian di perairan daratan. Beberapa waktu yang lalu, enam orang terjatuh ke laut, menyebabkan dua orang hilang dan dua orang meninggal dunia dalam tragedi yang menyedihkan. Hingga saat ini, para korban belum ditemukan.
Kali ini, kembali ada tragedi nelayan yang hilang kontak, tetapi beruntungnya, kedua nelayan tersebut selamat. Namun, mereka diselamatkan oleh patroli laut Daratan Cina. Masalah yang timbul selanjutnya adalah bagaimana mereka akan kembali. Keluarga korban segera meminta bantuan kepada parlemen sejak pagi-pagi sekali, dengan harapan agar korban bisa segera kembali ke Taiwan dengan aman.





