Foto: LTN News
Indosuara — Polisi Kota Taichung (台中市) baru-baru ini melakukan razia lalu lintas, ketika menemukan seorang pengendara motor wanita tiba-tiba berhenti mendadak sekitar 30 meter di depan titik razia dan bersembunyi di pinggir jalan. Polisi yang waspada merasa ada yang aneh dan segera mendekati untuk menyelidiki lebih lanjut. Saat itulah wanita Vietnam berusia 22 tahun bernama Yang (楊) ini, menjawab pertanyaan dengan banyak kebingungan, bahkan sampai salah menyebutkan tanggal lahirnya. Akhirnya, dia mengakui bahwa dirinya adalah "kaburan."
Dikutip dari LTN News, saat itu, wanita Vietnam ini menunjukkan foto izin tinggal yang tidak sesuai dengan penampilannya. Dia menggunakan alasan bahwa dokumen tersebut disimpan oleh perusahaan dan tidak memiliki nomor telepon agen untuk mengelabui polisi.
Namun, polisi semakin curiga ada yang tidak beres. Ketika kepala kantor polisi menanyakan tanggal lahir yang tercantum di izin tinggal, dia justru mengatakan, "Itu salah." Pernyataan ini membuat polisi semakin terkejut dan terus menginterogasinya. Melihat kebohongannya terbongkar, dia akhirnya mengakui, "Maaf, saya adalah kaburan."
Setelah diselidiki, diketahui bahwa Yang telah bekerja di Taiwan selama 3 tahun 9 bulan. Meskipun pekerjaan sebelumnya berjalan lancar, pabrik tempat dia bekerja tidak berniat memperpanjang kontraknya. Setelah masa kerjanya berakhir beberapa bulan yang lalu, dia tidak mencari pekerjaan baru melalui agen dan malah menggunakan izin tinggal temannya sebagai tameng.
Namun, dia tidak mengingat semua informasi yang tercantum di izin tersebut dengan baik. Saat polisi memverifikasi data, mereka menemukan bahwa dua jam lagi adalah hari ulang tahun Yang. Mengenai hal ini, Yang mengaku merasa bingung namun juga geli, tidak menyangka bahwa ulang tahunnya tahun ini akan begitu berkesan.
Polisi menyerahkan Yang ke Departemen Imigrasi Tim Khusus Taichung untuk dipulangkan ke negara asalnya pada waktu yang ditentukan. Kantor Polisi Ketiga mengingatkan bahwa berdasarkan regulasi saat ini, denda untuk orang asing yang tinggal melebihi waktu sudah meningkat menjadi antara 10.000 hingga 50.000 NT, dan larangan masuk kembali juga diperpanjang hingga maksimum 7 tahun.
Selain itu, jika mempekerjakan orang asing tanpa izin untuk bekerja secara ilegal, sesuai dengan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, denda bisa mencapai antara 150.000 hingga 750.000 NT, dan pelanggaran dalam waktu 5 tahun bisa mengakibatkan sanksi pidana. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak mengambil risiko dengan mempekerjakan secara ilegal atau memperpanjang tinggal orang asing secara ilegal.





