Foto: CT WANT
Indosuara — Pada pukul 00:38 dini hari dan pukul 19:21 pada tanggal 27, terjadi dua gempa bumi di wilayah tenggara Taiwan. Salah satunya memiliki magnitudo mencapai 5,4. Karena lokasi tersebut jarang mengalami gempa bumi, Badan Meteorologi memberikan penjelasan bahwa pusat gempa terletak di lepas pantai Taitung dan merupakan bagian dari pertemuan lempeng yang jarang terjadi. Diperkirakan gempa susulan yang akan terjadi juga relatif sedikit.
Dilansir oleh CT WANT, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, pada pukul 00:38 dini hari tanggal 27, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 3,9 di 97,0 kilometer selatan-tenggara dari Pemerintah Kabupaten Taitung (台東). Pusat gempa berada pada kedalaman 23,2 kilometer. Gempa ini tergolong sebagai gempa bumi di kawasan kecil, dengan intensitas terbesar yang dirasakan mencapai tingkat 4 hanya di daerah Pulau Orchid, Taitung (台東蘭嶼).

Foto: TVBS
Selanjutnya, pada pukul 19:21 tanggal 27, terjadi lagi gempa bumi dengan magnitudo 5,4 di wilayah perairan tenggara Taiwan, 104,3 kilometer selatan dari Pemerintah Kabupaten Taitung. Pusat gempa berada pada kedalaman 51,1 kilometer. Gempa ini, selain dirasakan dengan intensitas terbesar mencapai tingkat 3 di Pingtung (屏東) dan Taitung, sebagian besar wilayah lainnya merasakan intensitas tingkat 1.
Menurut laporan dari CNA, Direktur Pusat Pengamatan Gempa Bumi dari Badan Meteorologi, Wu Jianfu (吳健富), menyatakan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,4 disebabkan oleh tabrakan antara Lempeng Laut Filipina yang bergerak ke arah barat laut dengan Lempeng Eurasia, yang merupakan bagian dari tabrakan di tepi lempeng.
Wu Jianfu juga menyebutkan bahwa berdasarkan data sebelumnya, lokasi pusat gempa kali ini cukup jarang terjadi. Namun, karena kedalamannya yang cukup dalam, dampaknya juga tidak besar. Diperkirakan gempa susulan akan relatif sedikit, dan tidak ada kemungkinan terjadinya tsunami.





