Foto: Taiwan News
Indosuara — Juru bicara korban kecelakaan kereta api fatal tahun 2021 diduga menemukan sebagian tengkorak di dalam kereta saat kunjungan pakar keselamatan kereta api dari Jepang pada Kamis (31/8) kemarin.
Dikutip dari Taiwan News, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mengundang kelompok tersebut ke Taiwan untuk memberikan saran tentang cara memperkuat langkah-langkah keselamatan, lapor UDN. Setelah diskusi putaran pertama pada Rabu (30 Agustus), mereka mengunjungi Depot Fugang milik Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) di Kota Taoyuan.
Situs ini menyimpan sisa-sisa kereta Taroko Express yang terlibat dalam kecelakaan di Kabupaten Hualien yang menyebabkan 49 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Sebuah truk yang terlibat dalam proyek konstruksi di dekat rel kereta api terguling menuruni lereng hingga berakhir di rel tepat sebelum kereta keluar dari terowongan.
Para ahli Jepang meletakkan bunga di depo tetapi juga mengamati gerbong kereta api dengan ditemani perwakilan keluarga korban, bernama Wang Wei-chun (王薇君), lapor Liberty Times. Dalam kunjungannya, dia menemukan bagian tengkorak yang diyakini milik salah satu korban kecelakaan.
Wang mengangkat masalah ini kepada Direktur Jenderal TRA Tu Wei (杜微), yang mendampingi delegasi dari Jepang. Dia berjanji akan meminta polisi dan jaksa untuk menyelidiki apakah masih ada sisa jenazah di kereta tersebut.
Wang mengatakan dia menemukan tengkorak yang diduga berada di dekat kantong plastik dan kaus berlumuran darah di dalam gerbong kereta yang dipamerkan di depo. Dua gerbong kereta yang mengalami kerusakan terparah dipindahkan ke Fugang untuk dijadikan bahan pelajaran keselamatan bagi staf TRA.





