Foto diskusi GANAS, KABAR BUMI dan Kemenaker Taiwan pada Senin (7/11/2022). (Dok. Facebook/GANAS)
**Indosuara** - Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas-GANAS meminta Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MoL) segera melakukan tindakan dalam upaya melindungi pekerja migran khususnya pekerja rumah tangga. Hal ini disampaikan GANAS melalui ketuanya, Fajar dalam pertemuan dengan MOL, kemarin (7/11/2022).
Menurut Fajar masih banyak permasalahan yang menimpa pekerja migran dari Indonesia di Taiwan. Hal ini mencakup pada mahalnya biaya proses keberangkatan ke Taiwan dan sistem agency yang penuh dengan eksploitasi. Adapun isu bagi PRT adalah kenaikan gaji bagi PRT yang tidak serentak.
"Dan juga kondisi PRT yang rentan dengan eksploitasi serta berbagai manipulasi serta semua permasalahan diungkap dengan lengkap yang tentunya berdasar fakta yang bersumber dari kasus yang ditangani oleh GANAS COMMUNITY ," kata Fajar melalui siaran yang diunggah di Facebook GANAS COMMUNITY.
Ketika menanggapi statement dari perwakilan MOL, pihak GANAS COMMUNITY juga menanyakan perihal gagalnya lobby BP2MI kepada pemerintah Taiwan terkait dengan pembebasan biaya penempatan. Selain itu kurang maksimalnya badan yang dibentuk oleh MOL yaitu layanan aduan 1955.
"Serta pembenahan sistem penanganan yang saat ini masih dipercayakan kepada agency, perusahaan swasta yang berbasis bisnis," ucap dia.
Tidak lupa juga dalam penutup menegaskan agar pekerja migran dan organisasi yang memang benar benar fokus dan peduli isu pekerja migran dilibatkan dalam membuat kebijakan.
Menurut Fajar, diakui atau tidak pekerja migran punya posisi signifikan tidak hanya bagi negara pengirim yakni Indonesia tetapi juga bagi negara penerima, yakni Taiwan.
"Peran pekerja migran begitu besar dalam perkembangan negara Taiwan dari berbagai aspek," ucap dia.
Selain GANAS, perwakilan PMI juga dihadiri oleh Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia - KABAR BUMI bersama beberapa NGO serta peneliti pekerja migran.
Acara ini difasilitasi oleh TAEF(Taiwan Asia Exchange Foundation) dengan membahas permasalahan pekerja migran mulai dari hulu hingga hilir. Masing-masing pembicara mengutarakan isu seputar pekerja di Taiwan yang difokuskan dari Indonesia.





