Foto: Taiwan News
Indosuara β Mantan Anggota Dewan Kabupaten Miaoli Huang Yueh-e (ι»ζε¨₯) menyatakan bahwa rumah dan ekskavatornya ditembak oleh seorang anggota kelompok Pribumi pada Rabu (18 Oktober).
Dikutip dari Taiwan News, Huang menulis di Facebook bahwa jendela rumahnya yang baru dibangun di Kotapraja Taian difoto pada hari Rabu. Dia juga mengatakan sebuah ekskavator yang diparkir di luar rumah terkena serangan, lapor UDN.
Dia melaporkan kejadian itu ke polisi setelah menemukannya pada sore hari. Dia meyakini kejadian ini ada kaitannya dengan sengketa pemilu, menurut UDN.
Polisi dari Kotapraja Dahu mengunjungi lokasi tersebut dan menemukan beberapa bola baja kecil tetapi tidak ada selongsong peluru, bubuk mesiu, atau bukti lainnya. Mereka tidak mengesampingkan bahwa ketapel, senapan angin, atau senjata BB mungkin menjadi penyebab kerusakan tersebut.
Huang mengatakan bahwa dia mencalonkan diri kembali sebagai anggota dewan tahun lalu. Dia mengatakan rumahnya juga pernah ditembak dengan senapan berburu.
Dia bilang dia melaporkan kejadian itu saat itu. Dia mengatakan setelah kalah dalam pemilu, dia tidak ikut serta dalam urusan pemilu lokal atau terlibat dalam perselisihan.
Ia tidak menyangka peristiwa dugaan penembakan itu terulang kembali, imbuhnya. Dia melalui Facebook untuk menulis tentang kejadian tersebut dan memposting gambar dari dugaan penembakan tersebut.
Huang menyebutkan bahwa rumahnya yang baru dibangun terletak di dekat pintu masuk pemukiman masyarakat adat Swashake di Desa Jinshui, Kotapraja Taian. Dalam video yang dibagikan kepada ETToday, dia tampak mengisyaratkan bahwa seseorang dari pemukiman tersebut bertanggung jawab melakukan dugaan penembakan tersebut.
Dia mengatakan ekskavator tersebut kemungkinan besar ditembak dengan senapan berburu yang digunakan oleh masyarakat adat. Selain ekskavator, jendela rumah juga dilubangi bekas peluru.
Karena kaca jendela ekskavator relatif tipis dan tidak terbuat dari kaca pengaman atau kaca yang diperkuat, polisi menduga kerusakan serupa mungkin disebabkan oleh senapan angin, senapan listrik, ketapel, atau senjata BB. Polisi belum mengesampingkan kemungkinan ini dan akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengidentifikasi calon tersangka.





