Foto diambil dari : News People News
Pada tanggal 16 Januari 2022 Asosiasi Buruh Internasional Taiwan (TIWA) mengadakan demo pekerja migran. Sekitar 400 pekerja migran turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Demo ini dilakukan di depan Kementerian Tenaga Kerja, para pekerja migran yang berdemo ini ingin menyampaikan kebebasan berpindah pekerjaan, hak-hak mereka yang dirampas,dll.
Menurut ketentuan Pasal 53 dan 59 Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan saat ini, Pergantian majikan atau pekerjaan hanya dimungkinkan jika ada alasan yang terkait dengan pekerja migran. Menurut Shi Yi Xiang, sekretaris jenderal Asosiasi Taiwan menunjukkan bahwa larangan berganti pekerjaan seperti belenggu yang tidak terlihat bagi pekerja migran.
Shi Yi Xiang mengatakan bahwa pada tahun 2013 pemerintah telah mengundang 10 pakar hak asasi manusia internasional ke Taiwan untuk meninjau permasalahan ini, komite peninjau internasional juga menyarankan bahwa pemerintah harus memperluas hak pekerja migran untuk berganti pekerjaan, tetapi sejauh ini belum ada perbaikan, dia berharap pemerintah dapat menghormati setiap pekerja migran.
Seorang pekerja migran yang berada ditempat kejadian bernama Siti mengatakan “Saya berharap Kementerian Tenaga Kerja akan mendengar suara kami.” Siti percaya bahwa pemerintah menggunakan epidemi/pandemi sebagai alasan untuk melarang pekerja migran berganti pekerjaan dan memberi tekanan pada pekerjaan mereka. Siti juga mengharapkan para pekerja migran untuk bernegosiasi dengan majikan mereka tentang hak-hak dasar seperti gaji dan waktu istirahat sebelum berganti pekerjaan.
Seorang migran bernama Fajar (nama samaran) mengatakan, pekerja migran tidak boleh berpindah pekerjaan sesuka hati tanpa izin majikan, sehingga terpaksa bekerja di lingkungan dengan upah rendah, lembur, dan tidak ada asuransi tenaga kerja. Ia berharap pemerintah dapat segera mengamandemen undang-undang tersebut untuk meningkatkan hak-hak kerja mereka.
Saat ini Kementerian Tenaga Kerja masih belum dapat memberikan jawaban bagi para pekerja migran. Diharapkan Kementerian Tenaga Kerja dapat segera memberikan kepastian bagi para migran.





