Foto: Taiwan News
Indosuara -- Pemerintah Kota New Taipei pada hari Minggu (11 Juni) mengumumkan bahwa delapan anak yang bersekolah di taman kanak-kanak yang saat ini sedang diselidiki dinyatakan positif fenobarbital.
Pada konferensi pers hari Minggu tentang perkembangan terbaru dengan prasekolah Distrik Banqiao yang diduga memberikan obat penenang kepada siswa, Wakil Walikota New Taipei City Liu He-jan (劉和然) mengatakan bahwa fenobarbital telah terdeteksi dalam aliran darah delapan siswa, dengan satu siswa mengalami tingkat yang relatif lebih tinggi, lapor TTV dikutip dari Taiwan News. Mengenai guru yang dicurigai memberikan obat-obatan kepada anak-anak tersebut, Liu mengatakan bahwa mereka semua telah diskors dan bekerja sama dalam penyelidikan.
Menurut Liu, enam siswa memiliki tingkat konsentrasi fenobarbital barbiturat 1 hingga 1,5 mikrogram per mililiter (mcg/ml) di tubuh mereka. Dia mengatakan bahwa jumlah ini dianggap sebagai "jumlah jejak."
Satu anak ditemukan memiliki konsentrasi 1,5 hingga 2,0 mcg/ml. Lain memiliki 3,0 sampai 3,5 mcg/ml.
Liu mengatakan tingkat deteksi minimum adalah 1,0 mcg/ml. Orang tua pertama kali memperhatikan perubahan nyata pada emosi dan perilaku anak-anak mereka, termasuk tindakan menyakiti diri sendiri, dari Februari hingga April, dan tidak jelas kapan obat ini diberikan.
Ketika ditanya tentang hasil tes urin, Liu mengatakan bahwa pemerintah pusat sudah dalam "tahap kompilasi" dan setelah hasilnya keluar, pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama dalam menilai hasilnya.
Mengenai status siswa saat ini, Komisaris Departemen Pendidikan Kota New Taipei Chang Ming-wen (張明文) mengatakan bahwa dari 67 siswa yang awalnya terdaftar di prasekolah, 25 telah dipindahkan ke sekolah lain. Dari 42 anak yang tersisa, satu sedang berada di luar negeri, orang tua dari enam anak sedang mempertimbangkan pilihan mereka, dan orang tua sisanya telah membuat keputusan tentang sekolah baru untuk anak-anak mereka.





