Foto: Focus Taiwan
Indosuara — Sekitar 35.000 masyarakat masih mengalami pemutusan aliran listrik hingga Minggu malam setelah Topan Haikui, yang membawa angin kencang dengan kecepatan 144 kilometer per jam, merobohkan pepohonan dan tiang-tiang listrik saat menerjang negara tersebut. Dikutip dari Focus Taiwan, ini adalah badai besar pertama yang melanda Taiwan dalam empat tahun, menurut angka dari perusahaan utilitas milik negara Taiwan. Power Co.
Dari rumah dan tempat usaha yang terkena dampak, sekitar 6.400 berlokasi di Kabupaten Hualien, lebih dari 5.800 di Kaohsiung dan lebih dari 2.700 di Kabupaten Pingtung, menurut Taipower. Sementara sisanya lebih banyak di wilayah Taitung.
Pada pukul 19.00, topan yang melanda pada pukul 15.40. di Taitung, bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 9 kilometer per jam, disertai angin berkecepatan 144 km per jam dan hembusan angin hingga 180 kilometer per jam, menurut data Biro Cuaca Pusat (CWB).
Angin kencang telah menyebabkan kerusakan di seluruh negeri, dengan Taitung, Taipei, Taichung, Hualien, Yilan dan Pingtung melaporkan pohon atau tiang listrik tumbang.
Di Taitung, sebuah truk lemari es seberat 17 metrik ton terlempar ke samping di Jalan Siwei, sementara banyak papan nama tersebar di sepanjang jalan raya.
Lebih dari 6.800 orang telah dievakuasi ke tempat yang aman dari daerah pegunungan dan daerah berisiko tinggi lainnya di seluruh negeri.
Tanah longsor dan batu runtuh dilaporkan terjadi di wilayah Hualien, Pingtung, Nantou, dan Yilan.
CWB mengatakan mata topan tersebut diperkirakan akan memasuki Selat Taiwan pada Minggu malam, namun badai tersebut kemungkinan akan terus berdampak pada Taiwan pada hari Senin dan Selasa.





