Foto diambil dari CNA.
Massa udara dingin terbaru yang melanda Taiwan akan menurunkan suhu malam hari menjadi 11-13 derajat di wilayah utara pulau dan 14-15 derajat di wilayah selatan serta di Kabupaten Hualien dan Taitung selama dua hari tersebut, ujar CWA.
Seperti yang dilansir dari CNA, Taiwan bagian barat diperkirakan akan mengalami perbedaan suhu antara siang dan malam hingga 10 derajat Celsius pada Selasa (7/1) dan Rabu, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).
Pada siang hari, suhu akan naik menjadi 17-20 derajat di Taiwan utara dan timur dan 22-24 derajat di Taiwan tengah dan selatan, menurut data CWA.
Sementara itu, CWA memperkirakan langit berawan hingga cerah untuk sebagian besar Taiwan pada Selasa, kecuali untuk pantai utara Keelung, Taiwan timur dan Semenanjung Hengchun, yang kemungkinan mengalami hujan ringan dan sporadis.
Mengarah ke beberapa pekan ke depan dan akhir pekan, meteorolog independen Wu Der-rong (吳德榮) memprediksi massa udara yang lebih dingin akan menyelimuti Taiwan mulai Kamis hingga Senin pagi, dengan suhu siang hari di wilayah utara turun menjadi sekitar 13 derajat pada Jumat.
Suhu rendah di pagi hari bisa turun di bawah 5 derajat pada Rabu pagi, kata Wu, seorang profesor asosiasi di Departemen Ilmu Atmosfer di National Central University Taiwan.
Wu juga memperkirakan hujan akan terjadi di wilayah utara dan timur Taiwan mulai Kamis hingga Minggu pagi, dengan kemungkinan besar salju turun di pegunungan dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter, serta kemungkinan kecil salju di ketinggian lebih dari 2.000 meter.
Suhu terendah yang tercatat di dataran rendah pulau pada Selasa pagi adalah 4,2 derajat di Desa Sanwan di Kabupaten Miaoli utara.
Menurut Wu, suhu tersebut menjadi rekor terendah musim dingin saat ini untuk wilayah dataran rendah di Taiwan.





