Foto: CT WANT
Indosuara — Topan Gaemi (凱米颱風) yang membawa angin kencang dan hujan deras menimbulkan ketidakstabilan di laut. Di perairan sekitar Taiwan, dilaporkan kondisi laut yang buruk menyebabkan beberapa kapal kargo terdampar di laut lepas dan bahkan tenggelam. Peristiwa ini juga menyebabkan 9 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar hilang.
Dikutip dari CT WANT, menurut informasi yang diterima, pada pukul 05:45 pagi ini (25 Juli), Stasiun Pantai Keelung (基隆岸台) menerima laporan bahwa kapal kargo berbendera Tanzania, "FU-SHUN," miring dan tenggelam sekitar 19 mil nautika di luar pelabuhan Kaohsiung.
Selanjutnya, pada pukul 06:31, dilaporkan bahwa kapal tersebut telah sepenuhnya tenggelam. Sembilan awak kapal yang berkewarganegaraan Myanmar kehilangan kontak. Saat itu, kondisi laut sangat buruk dengan kecepatan angin mencapai tingkat 10 hingga 11, dan angin kencang mencapai tingkat 13. Kapal-kapal di sekitarnya juga membantu dalam pencarian.
Kapal kargo berbendera Taiwan, "Zhonggang Yongshu (中鋼永續)," juga tiba di lokasi pada pukul 08:35 untuk membantu pengecekan. Namun, karena visibilitas yang buruk, kapal tersebut belum dapat menemukan kapal yang mengalami kecelakaan maupun awak kapal yang membutuhkan pertolongan. Pekerjaan pencarian masih terus berlangsung, dan badan pencarian dan penyelamatan laut Taiwan juga sedang bekerja keras dalam upaya penyelamatan.
Selain itu, kapal kargo berbendera Portugal, "SOPFIA," dilaporkan terdampar di luar pelabuhan Anping (安平) pada pukul 13:30 tanggal 24 Juli. Kapal kargo berbendera Indonesia, "IRIANA," terdampar di luar pelabuhan Fangshan (枋山) pada pukul 23:42 tanggal 24 Juli. Kapal kargo berbendera Portugal, "HEDWIG OLDENDORFF," mengirim sinyal darurat pada pukul 05:54 tanggal 25 Juli, sekitar 52 mil nautika di barat daya pelabuhan Kaohsiung.
Untungnya, setelah dihubungi, pemilik kapal mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah besar. Kapal kargo berbendera Mongolia, "BASIA," terdampar di Teluk Dapeng (大鵬灣) pada pukul 08:15 tanggal 25 Juli, sekitar 0,1 mil nautika dari pantai. 6 awak kapal asal Indonesia dan 2 awak kapal asal Myanmar di kapal tersebut mengenakan pelampung dan menunggu pertolongan.





