Foto: Taiwan News
Indosuara — Grafiti ditemukan di bagian luar kereta api Taiwan di New Taipei pada hari Minggu (13 Agustus), insiden vandalisme pertama yang dilaporkan di Taiwan.
Dikutip dari Taiwan News, para pelaku diyakini telah masuk tanpa izin di halaman rel di Distrik Shulin kota pada Sabtu malam dan merusak kereta EMU3000 dengan cat. Perbaikan sedang dilaksanakan, kata Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA), yang telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Operator kereta api Taiwan telah meminta keahlian dari perusahaan Jepang Hitachi Rail, yang membuat seri EMU3000, untuk mendapatkan tip menghilangkan noda tanpa merusak eksterior gerbong lebih lanjut. Mungkin butuh tiga hari untuk pembersihan, kata CNA mengutip seorang pejabat TRA.
Perusahaan mengatakan akan mencari kompensasi, tetapi kerusakan pasti yang ditimbulkan oleh perusakan tersebut belum diketahui. Para pelaku, yang masih buron, akan menghadapi denda maksimal NT$10 juta dan penjara hingga tujuh tahun sesuai dengan Undang-Undang Perkeretaapian (鐵路法), tulis PTS, mengutip seorang pejabat polisi perkeretaapian.
Insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan Kereta Api Taiwan. Sebuah komentar Facebook mempertanyakan kontrol akses halaman dan mengatakan penyusup dapat mengacaukan sistem kereta api dan membahayakan pengendara.





