Foto: Taiwan News
Indosuara β β Seorang pria tiba-tiba memanjat pembatas peron di stasiun MRT Taipei dan melompat ke atas rel, namun pemikiran cepat dari sesama penumpang dan staf stasiun mencegahnya agar tidak tertabrak kereta MRT.
Dikutip dari Taiwan News, Metro Taipei mengatakan bahwa pada pukul 11:40 pada hari Selasa (26 Desember), pusat kendali lalu lintas menerima pemberitahuan pengaktifan tombol berhenti darurat di stasiun metro Rumah Sakit Timur Jauh di Jalur Biru (Jalur Bannan), lapor UDN. Kepala stasiun dikonfirmasi bahwa seorang penumpang pria, berusia sekitar 45 tahun, memanjat pembatas peron kereta api yang menuju ke Ruang Pameran Nangang.
Ketika pria tersebut memanjat pembatas peron, penumpang lain segera memberi tahu staf stasiun dan polisi MRT. Menurut Metro Taipei, pusat kendali lalu lintas segera memutus aliran listrik sesuai prosedur operasi standar.
Petugas stasiun kemudian mengeluarkan pria tersebut dari lintasan, menempatkannya di peron, memberi tahu polisi MRT, dan memanggil ambulans. Setelah listrik pulih, kereta kembali beroperasi normal, dengan seluruh proses memakan waktu sekitar 4 menit 30 detik.
Metro Taipei menyatakan bahwa pria tersebut mengalami kemerahan, bengkak, dan lecet di kepala dan tangannya dan dilarikan ke Rumah Sakit Far Eastern Memorial untuk perawatan. Setibanya di rumah sakit, kondisi pria tersebut dilaporkan memburuk dan dia menjalani operasi darurat, lapor TVBS.
Adapun alasan penumpang memanjat pembatas peron akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh polisi. Hukuman yang sesuai akan dikenakan atas pelanggaran terhadap Mass Rapid Transit Act (ε€§ηΎζ·ιζ³η½ͺ).





