Foto: SETN
Indosuara — Wanita bermarga Jiang (蔣) berusia 41 tahun dari Kota New Taipei (新北市) mengemudikan taksi ilegal untuk mengangkut penumpang. Ia berkendara dari Banqiao (板橋) menuju arah Sanchong (三重), namun melanggar garis batas saat berhenti di lampu merah sehingga menarik perhatian polisi. Saat polisi mendekat untuk memeriksa, tiga pria di dalam mobil langsung melarikan diri. Untungnya, polisi berhasil menangkap salah satu dari mereka, seorang pekerja migran asal Vietnam berusia 49 tahun.
Diketahui bahwa pekerja migran tersebut merupakan imigran ilegal yang melarikan diri, dan kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, Jiang yang tidak memiliki izin resmi untuk mengoperasikan transportasi mobil akan dikenai sanksi oleh Biro Transportasi sesuai dengan Pasal 77 ayat 2 Undang-Undang Jalan Raya.

Foto: SETN
Menurut laporan, wanita bermarga Jiang menawarkan layanan melalui grup LINE, mengenakan biaya untuk mengangkut tiga pekerja migran asing dari Banqiao ke Sanchong. Namun, saat berhenti di lampu merah, ia melanggar garis batas dan menarik perhatian polisi. Tiga pekerja migran yang merasa panik langsung melompat keluar dari mobil dan melarikan diri.
Dalam pengejaran polisi, satu pekerja migran asal Vietnam berhasil ditangkap. Setelah diinterogasi, pekerja migran Vietnam tersebut akan diserahkan ke Tim Khusus New Taipei karena melanggar Undang-Undang Imigrasi dan Perlindungan Imigran.
Untuk Jiang yang tidak memiliki izin resmi dalam menjalankan transportasi mobil, akan dikenakan sanksi oleh Biro Transportasi sesuai dengan Pasal 77 ayat 2 Undang-Undang Jalan Raya. Sanksi tersebut berupa denda yang bervariasi antara NT$100 ribu hingga NT$25 juta, tergantung pada tingkat pelanggarannya.
Selain itu, ia akan diperintahkan untuk menghentikan operasinya, dan plat nomor kendaraan serta lisensi mengemudi bisa ditangguhkan selama empat bulan hingga satu tahun atau dicabut. Jika lisensi dicabut, Jiang tidak boleh mengajukan atau mengikuti ujian lisensi lagi selama dua tahun.





