Foto: LTN News
Indosuara — Pada pukul 6:21 pagi, jalur timur kereta api di antara Heren (和仁) dan Chongde (崇德), Hualien (花蓮), tertimpa batu besar yang menghancurkan rel. Saat ini, hanya jalur barat yang dapat digunakan untuk lalu lintas dua arah. Direktur Operasi Wilayah Timur Perusahaan Kereta Api Taiwan (台鐵), Jiang Dengfan (姜登凡), mengatakan bahwa batu tersebut berukuran sekitar 73 meter kubik dan berat 150 ton.

Foto: LTN News
Dilansir oleh LTN, akibat hujan deras beberapa hari terakhir, pada pagi hari ini batu besar jatuh dari lereng di pintu utara Terowongan Heren (和仁隧道) di daerah Heren-Chongde dan menimpa rel kereta. Perusahaan TRA menyatakan bahwa kerusakan termasuk kabel listrik sepanjang sekitar 200 meter terputus, rel mengalami lubang besar, serta bantalan rel dan rel baja patah, menyebabkan jalur timur terputus. Lalu lintas dialihkan ke jalur barat untuk digunakan dua arah. Area pelan di jalur barat diperpanjang dari K48+500 hingga K48+800, dan pengawasan di lokasi akan ditingkatkan untuk memastikan keselamatan.

Foto: LTN News
Jiang Dengfan mengatakan bahwa lokasi yang terkena bencana berada di jalur timur pada KM 48+730, sementara sistem peringatan dini hanya mencakup hingga KM 650, sehingga berada di luar jangkauan sistem. Perusahaan TRA telah mengirim petugas untuk membentuk tim tanggap darurat tingkat satu di markas besar perusahaan serta tim tanggap darurat wilayah timur untuk menangani bencana di lokasi.
Dia mengatakan bahwa volume batu yang jatuh sangat besar, sehingga menimbulkan kesulitan dalam pengerjaan. Karena batu besar tersebut telah memasuki jarak bebas 1,9 meter dari pusat jalur, jika kereta dipaksa melintas, ada kemungkinan batu tersebut dapat bergeser dan menabrak kereta. Batu besar tersebut akan dihancurkan dan dipindahkan menggunakan alat berat, dan jalur timur yang rusak diperkirakan dapat kembali beroperasi pada jadwal kereta pagi besok.

Foto: LTN News
Setelah gempa Hualien pada tanggal 3 April, lereng bukit terguncang dan tanah serta batu menjadi longgar. Diperkirakan akan memakan waktu setidaknya satu tahun agar lereng tersebut kembali stabil. Berdasarkan jalur dan area jatuhnya batu, perusahaan TRA akan bekerja sama dengan Badan Kehutanan dan lembaga terkait lainnya untuk merumuskan tindakan pencegahan jatuhnya batu di masa depan.





