Foto diambil dari CNA.
Keluarga Taiwan di seluruh negeri mendesak dimulainya kembali layanan di pusat perawatan demensia, yang telah ditutup selama hampir dua bulan karena pembatasan COVID-19.
Ada 547 fasilitas perawatan jangka panjang dan 494 institusi untuk pasien demensia di Taiwan. Sekitar 24.000 keluarga telah terkena dampak penutupan, dan sebuah survei menunjukkan 60 persen orang di rumah tangga ini telah merasakan ketegangan.
Sebuah petisi yang meminta publik untuk menulis surat kepada Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) yang menuntut pembukaan kembali fasilitas-fasilitas ini telah mendapat dukungan dari 359 penduduk dalam dua hari. Kampanye itu digalang bersama oleh Asosiasi Pengasuh Keluarga Taiwan, Taiwan Alzheimer Asosiasi Penyakit, Federasi untuk Kesejahteraan Lansia, dan Aliansi Strategis Layanan Rumah Taiwan, ujar laporan UDN.
Masyarakat mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan orang tua penderita demensia saat harus mencari nafkah, ada juga pertanyaan tentang kebijakan pemerintah untuk menutup fasilitas meskipun sebagian besar staf telah divaksinasi.




