Foto: Taiwan News
Indosuara -- Dua petugas polisi sedang diselidiki setelah seorang gadis berusia 13 tahun yang mereka gunakan sebagai umpan untuk menangkap seorang tersangka justru mengalami pelecehan seksual.
Dikutip dari Taiwan News, perempuan ini mulanya setuju untuk membantu polisi dalam upaya menangkap seorang penjahat yang diketahui bermarga Chang (張). Chang diduga melakukan ancaman pada seorang korban bahwa ia akan merilis foto telanjang korban jika korban itu tidak menyetujui rayuan seksualnya.
Namun, saat polisi menggunakan bantuan gadis itu untuk mengawasi Chang sebelum melakukan penangkapan, Chang justru menarik si pembantu polisi ini ke dalam mobilnya dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Akibatnya, Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan membuka penyelidikan atas perilaku polisi karena gagal melindungi informan yang bekerja untuk mereka.
Polisi Kota Taoyuan mengatakan pada hari Sabtu bahwa kedua petugas tersebut akan diselidiki atas pelanggaran yang menyebabkan cedera tubuh dan melalaikan tugas. Polisi juga meminta maaf karena gagal melindungi remaja tersebut.
Kasus tersebut telah merusak citra polisi secara serius, sehingga dua perwira senior didisiplinkan, sementara dua perwira yang terlibat langsung dipindahkan ke pekerjaan administrasi selama penyelidikan, kata polisi.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa peningkatan pendidikan dan pelatihan akan mencegah insiden serupa terjadi lagi.
Taiwan berada dalam cengkeraman serangkaian pelecehan seksual dan skandal kekerasan seksual yang melibatkan selebritas, politisi, dan akademisi.





