Foto: Taiwan News
Indosuara — Sebanyak 197 rumah tangga dengan 367 jiwa telah dievakuasi dari sekelompok apartemen di Taipei setelah apartemen yang mereka huni amblas.
Dikutip dari Taiwan News, bangunan apartemen di daerah Dazhi di Distrik Zhongshan Taipei mulai miring kemungkinan karena pekerjaan penggalian di dekatnya untuk sebuah proyek konstruksi. Pemerintah kota mengirimkan truk air dan grouting dan hingga Jumat pagi (8 September), pekerjaan grouting masih berlangsung untuk menjaga keseimbangan tekanan dan mencegah kemiringan yang parah, lapor CNA.
Polisi telah menerapkan pengendalian lalu lintas di jalan-jalan sekitarnya, termasuk Jalan Dazhi Jalur 84, Jalan Dazhi Jalur 94, Jalan Dazhi Jalur 94 Alley 1, Jalan Dazhi Jalur 94 Alley 3, dan Jalan Dazhi Jalur 124. Kawasan ini ditetapkan sebagai "hanya pintu keluar ," dan pengemudi harus menghindari bepergian ke lokasi tersebut.
Polisi dan pemadam kebakaran Kota Taipei menerima laporan pada pukul 20:34. pada hari Kamis sebuah gedung apartemen di gang Jalan Dazhi miring, dengan retakan muncul di ubin dan dinding. Pihak berwenang menemukan lima hingga enam bangunan di sebelah lokasi konstruksi terkena dampaknya. Mereka memasang barisan penjagaan dan awalnya mengevakuasi 25 rumah tangga, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Walikota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11 malam. dan mengatakan penilaian awal adalah proyek konstruksi di dekat area tersebut telah digali hingga kedalaman tiga lantai di bawah tanah tanpa menyelesaikan pekerjaan pondasi. Hal ini menyebabkan dinding slurry tidak mampu menahan tekanan dan runtuh. Untuk mengatasi masalah ini, kru pertama-tama menyuntikkan air dan kemudian memasang nat untuk mengembalikan tekanan, kata Chiang.
Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Pemerintah Kota Taipei, 35 rumah tangga dengan 144 jiwa pada awalnya dievakuasi. Belakangan, jumlah pengungsi bertambah menjadi 159 orang, dan pemerintah kota membantu mereka untuk check-in ke hotel.
Pemerintah kota mengumumkan pada Jumat pagi bahwa personel telah bekerja sepanjang malam untuk menempatkan 367 warga dari 197 rumah tangga di sembilan hotel. Selain itu, Sekolah Internasional Dominika telah menangguhkan kelas-kelas sebagai tindakan pencegahan.
Kee Tai Properties Co. Ltd., yang bertanggung jawab atas proyek konstruksi tersebut, mengatakan pihaknya tidak akan mengabaikan tanggung jawabnya dan akan memberikan berbagai rencana perbaikan untuk memenuhi hak dan kepentingan penduduk yang terkena dampak. Proyek ini telah dihentikan sepenuhnya dan besarnya kerugian finansial belum dapat ditentukan





