Foto ilustrasi diambil dari CNA.
Nurdin dari Organisasi Pelaut Cijin (OPC) menyebut di tempatnya di pelabuhan Cijin, Kaohsiung, pemerintah sudah mendirikan bangunan yang difungsikan khusus sebagai musala. Namun, entah mengapa sampai saat ini kuncinya tidak pernah diserahkan kepada OPC, kata Nurdin.
“Sudah sekitar tiga bulan sejak bangunan itu selesai, kami tidak pernah pegang kuncinya. Jadi tidak bisa kami gunakan,” kata Nurdin.
Seperti yang dilansir dari CNA, Nurdin mengatakan bahwa katanya ketidakmampuan ABK selaku pengguna musala mengakses ruang ini menjadi kabar miring dari pihak lain.
“Ada yang bilang sudah dikasih tempat ibadah tetapi tidak dipakai, sedangkan dari kami, ya bagaimana mau dipakai kalau kuncinya tidak ada,” kata ABK dari Indramayu ini.
Sepengetahuan Nurdin, yang membawahi proyek pembangunan musala itu adalah Pemerintah Kaohsiung. Ia pun menyatakan pihaknya berharap agar segera ada solusi sehingga musala tersebut dapat digunakan dengan semestinya.





