Para pekerja migran Indonesia sektor domestik mengikuti pelatihan makeup level 2 KDEI Taipei, pada Minggu (16/10/2022) (Dok. Indosuara/Aubrey Fanani)
**Indosuara** - Sebanyak 61 orang pekerja migran sektor domestikmengikuti pelatihan Makeup Level II yang diselenggarakan oleh Kantor DagangEkonomi Indonesia Taipei pada Minggu (10/16/2022).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan makeup level 1 yang diadakan beberapa bulan yang lalu.
"Perbedaan pelatihan makeup level 1 dan level 2 adalah,di pelatihan level 1 mereka belajar makeup untuk diri sendiri, sementara untuk level 2 mereka diharapkan bisa mendandani orang lain atau untuk pengantin dan acara besar seperti pesta," kata Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Noerman Adhiguna saat ditemui di KDEI Taipei.
Dia menyebutkan pelatihan ini memang dikhususkan untuk pekerja migran perempuan Indonesia, karena dari sekitar 240 ribu pekerja migran Indonesia yang ada di Taiwan, sekitar 65 persennya adalah perempuan yang bekerja disektor informal, sisanya adalah laki-laki yang bekerja di sektor formal sepertiindustri manufaktur baik skala kecil maupun menengah.
Meski kegiatannya berada di Taipei, namun peserta yang datang berasal dari daerah-daerah lain di Taiwan, seperti dari Taoyuan dan Canghua.
Noerman mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk menambah kemampuan para pekerja migranagar mereka bisa membuka usaha saat balik ke Indonesia.
"Harapannya mereka tidak lama-lama bekerja di Taiwan,tidak perlu memperpanjang masa kontrak. Di sini mereka bisa bekerja dan fokus mengumpulkan modal. Lalu kemudian pulang ke Indonesia untuk membuka usaha sesuai minat dan keterampilan," kata Norman.
Pelatihan ini dipandu oleh Jenny, ahli tata rias asalIndonesia yang memiliki usaha salon kecantikan di Taiwan. Dalam pelatihan tersebut para peserta diwajibkan membawa peralatan makeup mereka sendiri, seperti alas bedak, pensil alis, bedak tabur dan blush-on. Sementara eye shadow diberikan oleh Jenny.
Noerman mengatakan KDEI Taipei tidak menyiapkan peralatan karena khawatir makeup yang disediakan tidak sesuai dan tidak cocok dengan kulit peserta pelatihan.
"Jadi mereka akan bawa makeup yang sesuai dengankondisi kulit mereka dan warna kulit mereka," kata Noerman.
Di saat yang sama KDEI Taipei juga menggelar pelatihanmemasak chicken cutlet di Taipei. Kegiatan tersebut diikuti 30 orang dan tidak dipungut biaya.
Sebelumnya KDEI juga menggelar pelatihan lain seperti pelatihan pembuatan sate ayam di Changhua, pembuatan lampu hias di Tainan, dan sulam alis level 1 dan juga makeup level 1 di Taipei.
Setiap tahunnya KDEITaipei rutin mengadakan pelatihan-pelatihan untuk para pekerja migran Indonesia. Tidak hanya di Taipei, pelatihan juga dilakukan di tempat-tempatlainnya. Setiap pelatihan akan diikuti sekitar 30-50 orang pekerja.





