Foto diambil dari : Focus Taiwan
Dua pekerja migran dari Vietnam dinyatakan bersalah atas perampokan kepada rekan senegaranya di Kabupaten Changhua dan membawa senjata berbahaya dan dijatuhi hukuman penjara antara tiga hingga delapan tahun.
Dalam putusannya yang dikeluarkan Rabu, Pengadilan Distrik Changhua menghukum dua pekerja Vietnam, yang bermarga Le dan Hoang, dengan hukuman penjara masing-masing 90 bulan dan 44 bulan, karena merampok seorang pria Vietnam Nguyen dalam kasus yang terjadi dua tahun lalu.
Seorang kaki tangan dari dua orang yang dinyatakan bersalah, bernama Tran, tidak dihukum karena peran kecilnya dalam kasus tersebut dan bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.
Menurut putusan tersebut, kedua warga negara Vietnam, keduanya pekerja migran legal di Taiwan, dinyatakan bersalah karena membobol rumah Nguyen di Lugang pada April 2021 dengan dalih ingin melunasi hutang Nguyen kepada teman mereka "A Tai".
Mereka juga menuduh Nguyen berselingkuh dengan istri A Tai, dan ingin melampiaskan amarahnya kepada Nguyen.
Kedua orang ini kemudian memaksa Nguyen dengan todongan pisau untuk masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Tran dan mengambil uang tunai NT $ 30.000 (US $ 1.000) dari rumahnya sebelum menuju ke Longjing di Taichung.
Saat berada di dalam mobil, Le memerintahkan Nguyen untuk menelepon saudaranya di Vietnam melalui ponsel dan memintanya mengirimkan 120 juta dong Vietnam (NT$153.000) karena keadaan darurat bisnis ke rekening bank yang ditunjuk oleh Nguyen di Vietnam, menurut pengadilan.
Hanya setelah pengiriman uang dilakukan, Nguyen dibawa kembali ke Lugang dan dibebaskan, demikian temuan pengadilan.
Nguyen kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi Changhua, yang kemudian melacak Le, Hoang dan Tran, sementara identitas A Tai tetap tidak diketahui.
Saat diadili di pengadilan, Le dan Hoang mengaku telah mengintimidasi Nguyen, tetapi mereka membantah telah merampoknya.





