Foto: Focus Taiwan
Indosuara — Sekitar 170 penumpang di dalam penerbangan Tigerair Taiwan di Kaohsiung tertunda sekitar dua jam pada hari Minggu (21) setelah seorang penumpang secara salah mengklaim memiliki granat, kata polisi.
Dilansir oleh Focus Taiwan, keberangkatan yang dijadwalkan untuk penerbangan IT288 dari Kaohsiung ke Okinawa, Jepang, pada pukul 09:45 pagi harus ditunda hingga pukul 11:11 pagi karena hoaks tersebut, menurut Kepolisian Penerbangan Kaohsiung.
Polisi menerima laporan dari maskapai pada pukul 09:40 pagi tentang seorang penumpang bermarga Shen (沈) yang diduga memiliki granat.
Ketika pramugari menawarkan bantuan kepada Shen dengan bagasi kabinnya dan bertanya apakah ada air di dalamnya, dia menjawab, "Tidak, tapi ada granat."
Akibatnya, maskapai harus menurunkan semua penumpang dan memeriksa kembali mereka beserta bagasinya demi alasan keamanan, menurut polisi penerbangan.
Sementara itu, Shen dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Penerbangan Sipil.
Menurut undang-undang tersebut, individu yang menyebarkan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun, penahanan, atau denda hingga NT$1 juta (US$30.600).





