Foto: CNA
Indosuara — Polisi dari Kantor Polisi Distrik Daya Taichung (台中市大雅警分局) menangkap 16 pekerja migran ilegal yang bersembunyi di sebuah rumah Sanheyuan (三合院). Di antara mereka, terdapat sepasang kekasih yang merupakan buronan kasus penipuan. Setelah diinterogasi oleh polisi, mereka diserahkan ke Tim Khusus Imigrasi Taichung. Kedua buronan tersebut dikirim ke Kejaksaan Taichung (台中) dan Nantou (南投) untuk penyelesaian kasus mereka.
Dilansir oleh CNA, Kantor Polisi Distrik Daya Taichung hari ini merilis siaran pers yang menyatakan bahwa Kantor Polisi Cabang Tanzi (潭子分駐所) baru-baru ini menerima laporan dari warga tentang sebuah minibus yang diduga mengangkut pekerja migran ilegal dan memerlukan tindakan polisi. Polisi membentuk tim khusus untuk mengumpulkan bukti secara aktif.
Untuk menghindari membunyikan alarm, polisi terlebih dahulu meninjau rekaman CCTV untuk melacak dengan cermat. Mereka menemukan bahwa di sebuah rumah Sanheyuan yang terlihat sederhana terdapat banyak pekerja migran ilegal yang bersembunyi. Berdasarkan petunjuk, polisi secara bertahap memantau kegiatan harian para pekerja migran tersebut.
Pada tanggal 26 Juni pukul 4 pagi, polisi bersembunyi di depan rumah tersebut dan menunggu hingga pukul 6 pagi saat para pekerja bersiap-siap untuk berangkat kerja. Polisi segera menghentikan mereka dan berhasil menangkap 16 pekerja migran ilegal.
Dari 16 pekerja migran tersebut, pasangan yang terlihat gelisah ternyata merupakan buronan kasus penipuan. Setelah pemeriksaan yang teliti, polisi menemukan bahwa pasangan tersebut menggunakan identitas palsu dan bersembunyi untuk menghindari penegakan hukum selama masa buronan.
Setelah pemeriksaan lengkap, mereka diserahkan kepada Tim Khusus Imigrasi Taichung sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian dan Keberangkatan. Kedua buronan ini kemudian dibawa ke Kejaksaan Distrik Taichung dan Kejaksaan Distrik Nantou untuk proses hukum lebih lanjut.





