2022-05-20

Taoyuan Mendirikan Pusat Konsultasi Ibu dan Anak Untuk Pekerja Migran Yang Hamil di Taiwan

Foto diambil dari : Yam News

Biro Tenaga Kerja Pemerintah Kota Taoyuan melakukan laporan khusus tentang "Konsultasi Kelahiran Migran Kota Taoyuan dan Tindakan Pemukiman Kembali" pada pertemuan kota sore kemarin (19). Taiwan memiliki jumlah terbesar pekerja migran dengan terus meningkatnya jumlah ibu hamil yang hamil dan melahirkan di Taiwan, permintaan untuk melahirkan, kehamilan dan penempatan telah meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, pemerintah kota memimpin dalam bekerja sama dengan rencana Kementerian Tenaga Kerja untuk mendirikan platform layanan satu atap lintas wilayah untuk pertama kalinya di negara Taiwan, dan mendirikan pusat layanan konsultasi ibu dan anak warga asing untuk menyediakan layanan seperti sebagai konsultasi dan penempatan jangka pendek agar kesehatan fisik dan mental anak terjamin.

Menurut statistik, per Desember tahun lalu, jumlah pekerja migran di Taiwan adalah 669.992, di mana pekerja migran perempuan menyumbang 353.402. Berdasarkan kelompok umur, jumlah pekerja migran perempuan di bawah usia 35 mencapai 174.069 orang, terhitung sekitar 26% dari total populasi migran di Taiwan.

Direktur Tenaga Kerja Wu Hongguo mengatakan bahwa jumlah total pekerja migran di Taiwan adalah 669.992, yang merupakan salah satu sumber penting angkatan kerja Taiwan saat ini. 5.804 kasus pada 2010, 5.027 kasus dari 2011 hingga September, dan 15.648 pekerja migran perempuan menerima persalinan manfaat dari 2018 hingga 2021, menunjukkan bahwa jumlah pekerja migran yang hamil dan melahirkan di Taiwan meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, sangat mendesak untuk merencanakan dan menetapkan ketentuan konsultasi maternitas dan langkah-langkah pemukiman kembali terkait dengan pekerja migran.

Biro tenaga kerja menangani rencana implementasi platform layanan konsultasi kesuburan dan penempatan orang asing, dan yang pertama di negara Taiwan mendirikan pusat layanan konsultasi ibu dan anak asing untuk menyediakan dua layanan utama yaitu konsultasi dan penempatan. Dalam hal layanan konsultasi, Biro Tenaga Kerja telah membentuk jalur layanan konsultasi multi-bahasa (03-2522522) untuk memberikan konsultasi tentang masalah hukum, serta konsultasi dan perawatan lanjutan untuk perawatan medis, persalinan, perawatan anak, tindak lanjut bantuan pekerjaan. Dalam hal layanan pemukiman kembali, bagi pekerja migran legal di Taiwan, termasuk bantuan hidup, bantuan hak kerja, dll, jangka waktu pemukiman kembali terutama 2 bulan, dan paling lama bisa sampai 6 bulan setelah melahirkan kelompok ibu dan bayi di pusat pemukiman kembali ciptakan ruang yang ramah bagi ibu dan bayi yang tinggal sebentar selama kehamilan atau pascapersalinan.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

Berita Terbaru Lainnya

KDEI Resmikan pembayaran paspor lewat seluruh Mini Market di Taiwan

Foto-foto dokumentasi Indosuara dan CNA. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta diaspora Indonesia di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meresmikan Sistem Pembayaran Digital Paspor KDEI melalui pembayaran paspor dari minimarket di ...

PMI Taipei Dobel Job, Jaga Ama dan Kerja Jadi Petani

Sumber Foto diambil dari CNA. Lia (nama samaran datang ke Taiwan sejak bulan Juni 2025 dengan kontrak kerja sebagai perawat orang tua. Namun, selama 7 bulan bekerja, selain menjaga nenek, ia juga dipekerjakan di kebun. Seperti yang dilansir dari CNA, Lia mengatakan, ia bekerja di Muzha, Taipei. ...

MOL Ungkap Hambatan Bahasa Jadi Tantangan Utama Majikan dan PMA

Foto diambil dari CNA. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) melalukan survei tentang pekerja migran pada tahun 2025, yang menunjukkan kenaikan gaji baik untuk pekerja maupun perawat, namun hambatan bahasa tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi para pemberi kerja atau majikan. Seperti yang di...